Advertisement

DEMAM BATU AKIK : Pegunungan Menoreh Menyimpan Potensi Batu Akik

Holy Kartika Nurwigati
Senin, 27 Juli 2015 - 12:20 WIB
Nina Atmasari
DEMAM BATU AKIK : Pegunungan Menoreh Menyimpan Potensi Batu Akik

Advertisement

Demam batu akik di Bumi Menoreh Kulonprogo bisa tersalurkan karena pegunungan ini menyimpan potensi batu

Harianjogja.com, KULONPROGO—Kulonprogo ternyata menyimpan beragam jenis batu akik yang berkualitas tinggi. Batu akik jenis pancawarna gembor dan fire opal pun menjadi ikon batu mulia Bumi Menoreh.

Advertisement

Pengawas Pertambangan Bidang ESDM Dinas Perindustrian Pertambangan dan Energi Sumber Daya Mineral Kulonprogo Aris Yamyuri mengungkapkan potensi batu mulia di kabupaten ini tersebar di hampir semua kecamatan.

Potensi yang cukup besar hanya ada di beberapa kecamatan, seperti Girimulyo, Kokap, Samigaluh, dan sebagian Pengasih.

“Potensi tambang terbesar ada di Girimulyo. Belum lama ini telah ditinjau potensi akik di Dusun Wadas, Desa Giripurwo, Kecamatan Samigaluh. Potensi akik terbesar ada di Desa Purwoharjo dan Desa Pagerharjo,” ujarnya, Jumat (24/7/2015).

Aris mengatakan Pegunungan Menoreh menyimpan beragam tambang batu mulia yang menarik. Sampai saat ini upaya menggali potensi tersebut belum dapat dilakukan maksimal namun ke depannya diharapkan potensi tambang tersebut dapat dimanfaatkan secara optimal.

Pengurus Paguyuban Batu Mulia Giri Sela Aji, Patrika Yuniarta Wicaksana, mengungkapkan sebelum batu akik naik pamor, Kulonprogo lebih dulu memperkenalkan batu akik calsedon dan fosil koral sebagai ikon kabupaten ini.

Perlahan seiring munculnya potensi akik yang ada, kini terdapat dua jenis batu akik yang ditetapkan sebagai ikon baru batu mulia Kulonprogo, yakni pancawarna gembor dari Curug Si Gembor, Girimulyo dan fire opal.

Patrika mengungkapkan kedua jenis batuan tersebut tidak kalah mahal dengan batuan akik yang tenar saat ini. Batu pancawarna gembor setiap bongkah dapat bernilai Rp2 juta sampai Rp6 juta per kilogram.

“Kalau sudah dipotong, diasah dan jadi cincin biasanya sampai Rp10 jutaan mungkin,” paparnya.

Patrika menegaskan potensi batu mulia Kulonprogo masih sangat besar. Namun, penambangannya terbilang lamban bila dibandingkan daerah lain yang lebih dulu dikenal sebagai sentra batu mulia, seperti Pacitan.

“Jika mau digali lagi, potensinya sangat banyak. Saat ini, paguyuban sedang mengangkat jenis batu mulia baru yang ada di Kulonprogo, yakni giok air. Warnanya cenderung kuning dan kuning kehijauan,” tandasnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Advertisement

Harian Jogja

Berita Terkait

Berita Lainnya

Advertisement

Harian Jogja

Berita Pilihan

Advertisement

Viral MBG Dibungkus Kresek, Satgas dan BGN Turun Tangan

Viral MBG Dibungkus Kresek, Satgas dan BGN Turun Tangan

News
| Sabtu, 04 April 2026, 07:47 WIB

Advertisement

Long Weekend April 2026: Cek Tanggal Merah Usai Lebaran

Long Weekend April 2026: Cek Tanggal Merah Usai Lebaran

Wisata
| Jum'at, 03 April 2026, 12:37 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement