PNS JOGJA : Formasi Baru Terpenuhi 60%

Ilustrasi PNS
29 Juli 2015 07:20 WIB Jogja Share :

PNS Jogja masih memiliki sejumlah kuota kosong.

Harianjogja.com, JOGJA-Formasi Pegawai Negeri Sipil (PNS) di masing-masing Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) baru terisi 60% dari kebutuhan. Hal itu diungkapkan Kabag Organisasi Setda Jogja Kris Sarjono di sela-sela pelaksanaan workshop Analisis Jabatan dan Beban Kerja Pemkot Jogja 2015 di Balaikota Jogja, Selasa (28/7/2015).

Kris memaparkan saat ini terdapat gap antara formasi yang dibutuhkan dengan kondisi riil di lapangan. Idealnya, sebut dia, formasi PNS di Jogja sejumlah 12.000 orang, namun yang terisi saat ini baru sekitar 8.000 orang.

“Rata-rata yang kekurangan tenaga fungsional umum dan tertentu di balaikota dan kecamatan,” ujar Kris.

Diuraikannya perhitungan tersebut didasarkan pada analisis analis di tiap SKPD yang ada di Jogja, mulai dari dinas hingga kelurahan. Kendati demikian, penambahan personel tidak dimungkinkan selama masih ada moratorium pegawai dari pemerintah pusat. Diakuinya belanja pegawai dalam APBD Jogja mencapai lebih dari 50% sehingga diberlakukan moratorium pegawai.

Kabid Sistem Informasi SDM Aparatur Negara Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara (Kemenpan) Widaryati Hestiarsih mengatakan moratorium dilakukan untuk membatasi belanja pegawai di suatu daerah. Pasalnya, jika belanja pegawai berlebih akan mengganggu anggaran untuk pembangunan lainnya.

Dijabarkannya, arah kebijakan formasi aparatur sipil negara mengatur kebutuhan pegawai baru dapat dilakukan jika terdapat pegawai yang meninggal, pensiun, berhenti, pindah instansi, perubahan organisasi, dan penambahan beban kerja.

“Formasi yang diproritaskan adalah jabatan tertentu seperti guru, tenaga medis, tenaga hukum, dan jabatan fungsional lainnya,” tandas Hesti.