Advertisement

KISAH INSPIRATIF : Korban Gempa Bumi 2006 Ini Bangkit dengan Usaha Kain Perca

Rabu, 30 September 2015 - 21:19 WIB
Nina Atmasari
KISAH INSPIRATIF : Korban Gempa Bumi 2006 Ini Bangkit dengan Usaha Kain Perca

Advertisement

Kisah inspiratif dari Bantul datang dari seorang korban gempa bumi 2006 yang bangkit dengan usaha kain perca

Harianjogja.com, BANTUL- Gempa Bumi yang terjadi di DIY pada 27 Mei 2006 membuat wanita asal Kabupaten Bantul, Wahyuningsih harus menggunakan kursi roda selamanya. Namun hal ini tidak membuatnya menyerah dan terus berjuang hingga akhirnya ini punya usaha yang bisa menghidupi keluarganya. Lantas Kenapa juga anaknya diberi nama Rotume, demikian kisah lengkapnya dituliskan wartawan Harian Jogja Joko Nugroho

Advertisement

Wajahnya terus saja tersenyum saat menceritakan kisah hidupnya setelah gempa 27 Mei 2006. Wayuningsih namanya, dia menjadi penyandang disabilitas karena tertimpa almari dan tembok rumahnya.

Waktu itu dirinya baru hamil delapan bulan anak ketiganya. Namun dia cukup beruntung janin yang dikandungnya masih kuat. Bahkan kini sudah sekolah duduk di bangku kelas 4 SDN di Sukoharjo.

“Kalau sekarang diminta bercerita hanya bisa tersenyum. Semuanya selamat dan sehat. Untuk mengenang itu saya beri nama anak saya Ridho Rotume atau Ridho Loro Pitu Mei,” jelasnya.

Sebelum bencana itu, dia memiliki pekerjaan sebagai pejahit pakaian dalam di salah satu pabrik di daerah Ring Road Selatan Jogja. Meskipun gaji tidak begitu besar, namun bisa untuk membantu suaminya.

Setelah gempa dia benar-benar tidak bisa berbuat apa-apa. Hanya bisa bergantung di atas kursi roda. Dua tahun setelah gempa dia masih belum bisa beraktivitas dengan lancar. Namun kini dia sudah memulai lembaran baru, menjadi pengusaha keset dan bed cover kain perca.

“Saya itu tidak suka nganggur. Jadi meskipun di atas kursi roda ya tetap harus menghasilkan. Jadilah saya punya usaha keset dan bed cover kain perca,” kata perempuan berjilbab itu.

Usahanya ini memang berjalan cukup sukses. Bahan yang digunakan adalah limbah kain penjahit. Bicara bahan selalu saja ada yang mengantarkan, gratis. Namun ia mengaku tidak ingin diberikan gratisan.

“Saya punya usaha kalau bahannya gratisan ya jangan. Meskipun sudah tidak terpakai saya tetap akan beli meskipun harganya sangat murah,” kata Wahyunigsih.

Bahan baku kain bekas ini disulapnya manjadi keset, tas, bed cover hingga gantungan kunci. Untuk membuat satu barang ini dibutuhkan pengamatan dan kreativitas saja. Sebab tidak semua bahan sama ukurannya, dan jika tidak kreatif maka hasilnya akan monoton.

Dari bahan bekas ini, Wahyuningsih bisa menjulan keset kain perca dengan harga berkisar Rp30.000 hingga Rp40.000 per unitnya. Sedangkan untuk bed cover ukuran 2 meter X 2,5 meter dijual dengan harga Rp175.000, dan untuk ukuran kecil Rp125.000.

“Kalau gantungan kunci kami jual Rp10.000 dapat tiga. Tas dan dompet kami jual sesuai dengan tingkat kesulitannya,” kata istri Munawar yang kini bekerja menjadi kuli bangunan.

Bisnis Wahyunigsih ini kini berkembang, jika awalnya yang membeli hanya saudara dan teman saja, kini sudah ada pembeli yang biasa datang. Mereka kadang membeli dengan jumlah yang cukup banyak. Tidak jarang dia kewalahan saat ada pesanan yang datang.

“Kalau pembeli selalu ada. Memang tidak langsung ambil berapa kodi tapi selalu saja mengalir rejekinya. Kini saya juga upload foto kreasi saya ini di facebook, tapi belum bisa terima pesanan lewat online, belum paham,” katanya sambil mengaku hari ini sudah mampu mendapatkan Rp400.000 hasil penjualan barang kreatifnya.

Wahyuningsih kembali lagi tersenyum syukur. Obrolan ringan siang ini kembali mengingatkannya saat gempa bumi. Sehari setelah gempa dia dirujuk di tiga rumah sakit berbeda, pertama di RS Permata Bunda, lantas ke RSUP Sarjito dan akhirnya di RS DR Moewardi, Solo.

“Masih ingat saya mas, Di sana dibiarin karena memang harus ada penanganan kelahiran Ridho Rotume itu. Jadi sakit dipunggung saya itu diobati setelah Ridho lahir, gitu prosedurnya. Tapi amin kini saya malah jadi lebih kuat,” tutup Wahyuningsih.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Advertisement

Harian Jogja

Berita Terkait

Berita Lainnya

Advertisement

Harian Jogja

Berita Pilihan

Advertisement

Viral MBG Dibungkus Kresek, Satgas dan BGN Turun Tangan

Viral MBG Dibungkus Kresek, Satgas dan BGN Turun Tangan

News
| Sabtu, 04 April 2026, 07:47 WIB

Advertisement

Long Weekend April 2026: Cek Tanggal Merah Usai Lebaran

Long Weekend April 2026: Cek Tanggal Merah Usai Lebaran

Wisata
| Jum'at, 03 April 2026, 12:37 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement