Advertisement

WISATA JOGJA : Penjualan Kerajinan di XT Square Tergantung Pengunjung De Arca dan De Mata

Sekar Langit Nariswari
Kamis, 10 Desember 2015 - 16:55 WIB
Nina Atmasari
WISATA JOGJA : Penjualan Kerajinan di XT Square Tergantung Pengunjung De Arca dan De Mata

Advertisement

Wisata Jogja di XT Square masih tergantung pada De Mata dan De Arca

Harianjogja.com, JOGJA- Pedagang batik dan kerajinan XT Square bergantung pada tingkat kunjungan Museum De Arca dan De Mata untuk tingkatkan penjualan.

Advertisement

Tingkat kunjungan di Pusat Seni dan Kerajinan Yogyakarta (PSKY) XT Square terus meningkat meski belum mencapai hasil yang memuaskan. “ Ada peningkatan yang signifikan dalam setahun terakhir,” ujar Dimas Purasto, Internal Control Management XT Square, di XT Square, Rabu (9/12/2015).

Berdasarkan catatan manajemen, jumlah pegunjung XT Square pada bulan Oktober 2015 mencapai 107.153 orang. Jumlah ini dihitung berdasarkan parkir area yang dikelola oleh manajemen.

Dimas tidak memungkiri jika jumlah yang berkunjung jauh lebih banyak karena penghitungan tidak mencakup kunjungan yang parkir di luar area XT Square ataupun badan jalan.

Namun, penghitungan ini tidak menjelaskan secara rinci tujuan para pengunjung yang datang ke area perbelanjaan yang merupakan BUMD milih pemerintah Kota Jogja ini. “Kami hanya menghitung yang masuk ke parkir, tentang tujuannya kami tidak tahu,” jelas Dimas.

Dimas sendiri menyatakan bahwa umumnya pengunjung yang datang ke XT Square didominasi pengunjung museum 3 dimensi yang juga berlokasi di sana. “Belum banyak yang datang ke sini khusus untuk belanja,” jelas Dimas.

Namun, pihak manajemen telah memanfaatkan tingkat pengunjung di museum tersebut untuk meningkatkan omzet para pedagang kerajinan dan batik di XT Square.

Pihak manajemen mengatur agar jalan keluar dari museum tersebut berakhir di tengah-tengah kios para pedagang tersebut. Harapannya, agar para pengunjung bisa sekaligus melihat-lihat barang-barang yang dijual dan sekaligus tertarik untuk membelinya.

Namun Dimas menyayangkan beberapa pedagang yang tidak teratur membuka kiosnya sesuai jam operasional. Jam operasional XT Square sendiri dimulai pukul 10.00- 24.00 WIB.

Meski masih cenderung sepi, Dimas menyatakan jika setahun terakhir ini jumlah pengunjung XT Square meningkat dengan pesat terlebih lagi di masa-masa liburan. Hal ini dikarenakan pengunjung XT Square yang tertarik pada kerajinan dan batik yang dijual di sana didominasi oleh para wisatawan, Sedangkan untuk warga Jogja sendiri masih terbatas pada penikmat kuliner, pameran akik ataupun acar yang sedang digelar di sana.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Advertisement

Harian Jogja

Berita Terkait

Berita Lainnya

Advertisement

Harian Jogja

Berita Pilihan

Advertisement

Hujan Lebat Picu Banjir di Jakbar, 12 RT dan 4 Jalan Tergenang

Hujan Lebat Picu Banjir di Jakbar, 12 RT dan 4 Jalan Tergenang

News
| Sabtu, 04 April 2026, 09:47 WIB

Advertisement

Long Weekend April 2026: Cek Tanggal Merah Usai Lebaran

Long Weekend April 2026: Cek Tanggal Merah Usai Lebaran

Wisata
| Jum'at, 03 April 2026, 12:37 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement