Advertisement
BANDARA KULONPROGO : WTT Siap Hadapi Dampak yang Mungkin Terjadi
Advertisement
Bandara Kulonprogo untuk warga yang kontra, tetap konsisten menolak.
Harianjogja.com, KULONPROGO-Pengurus dan perwakilan anggota Wahana Tri Tunggal (WTT) menyatakan tetap konsisten menolak pembangunan Bandara Kulonprogo di lahan yang selama ini mereka tempati. Mereka juga siap menanggung dampak yang mungkin terjadi di masa depan.
Advertisement
Meski menyatakan menolak, WTT akan memenuhi undangan pertemuan bersama PT Angkasa Pura I, Pemda DIY dan Pemkab Kulonprogo, serta Badan Pertanahan Nasional (BPN) DIY, Senin (14/12/2015). Mereka akan membahas kelanjutan pengukuran dan pendataan lahan untuk rencana pembangunan bandara New Yogyakarta International Airport (NYIA).
Menurut Ketua WTT, Martono, kehadiran WTT bukan karena telah melunak atau menyerah. WTT justru ingin menegaskan komitmen penolakannya. Bukan hanya pengurus yang akan angkat bicara, melainkan juga para korlap dan perwakilan warga.
“Mungkin selama ini mereka masih kurang percaya karena yang menyampaikan sikap [penolakan] adalah para pengurus,” ujar dia.
Martono juga menanggapi santai mengenai dampak bagi warga yang menolak pengukuran dan pendataan lahan. Informasi yang beredar menyebutkan, mereka tidak akan mengetahui secara pasti luas tanah, rumah, serta jumlah pohon yang ada di tanah sendiri. Hal itu karena mereka memang tidak berniat menjualnya. Mereka bahkan siap menghadapi intimidasi yang mungkin terjadi.
“Kalau mau dengan aparat, kami siap [menghadapi],” tegasnya kemudian.
Sebelumnya, Project Manager Kantor Proyek Pembangunan Bandara NYIA PT Angkasa Pura I, Sujiastono mengatakan jika akan dilakukan pertemuan dan koordinasi dengan para warga penolak pengukuran lahan calon lokasi bandara baru. Hal itu menjadi salah satu langkah agar seluruh lahan bisa segera diukur.
Sementara itu, Kepala Kantor Pertahanan Kulonprogo, Muhammad Fadhil mengatakan, tindak lanjut kegiatan pengukuran lahan yang mendapat penolakan dari pemiliknya akan dibahas usai pertemuan dengan WTT dan pihak terkait lainnya. Saat ini masih ada tiga dusun yang belum selesai diukur, yaitu Dusun Kretek dan Sidorejo di Desa Glagah serta Dusun Kragon II di Desa Palihan, Kecamatan Temon.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Berita Lainnya
Berita Pilihan
Advertisement
Penantian Sepekan Berakhir Jenazah Perwira TNI Tiba di Cimahi
Advertisement
Advertisement
Berita Populer
- Update KRL Jogja ke Solo Hari Ini 4 April 2026, Ini Jamnya
- Cuaca Jogja 4 April 2026 Didominasi Hujan, Ini Rinciannya
- Biaya Hidup di Jogja 2026, Hitungan Versi BPS dan Perkiraan Riil
- Jadwal KRL Solo-Jogja Sabtu 4 April 2026, Cek Jam Lengkapnya
- Pemadaman Listrik di Bantul 4 April 2026, Cek Wilayah Terdampak
Advertisement
Advertisement




