Advertisement
UMKM KULONPROGO : Kesulitan Modal, Perajin Serat Alam Tolak Orderan
Advertisement
UMKM Kulonprogo masih terganjal soal modal.
Harianjogja.com, JOGJA - Selama libur natal 2015 dan tahun baru 2016, pengrajin serat alam terpaksa menolak pemesanan. Selain terhimpit masalah modal, bahan baku juga sulit diakses.
Advertisement
Perajin serat alam, di Desa Salamrejo Kulonprogo, Wartini mengatakan, dirinya mengalami kesulitan mengakses modal di bank. Rencananya, modal tersebut untuk memperbesar usahanya dan menambah stok bahan baku dan kerajinan.
"Kami mendapat catatan merah dari bank karena sering telat membayar angsuran. Hal ini membuat saya kesulitan mengakses modal dari perbankkan," katanya seperti dilansir dari Antara, Jumat (18/12/2015)
Ia mengatakan, permintaan kerajinan dari pedagang dari luar kota sangat tinggi. Tapi karena kesulitan modal, dirinya tidak dapat menambah jumlah produksi.
"Kami hanya melayani permintaan yang sudah membayar 30 persen dari nilai pesanan. Uang tersebut untuk modal bahan baku dan membayar karyawan," kata dia.
Meski kesulitan modal, ia mengatakan dirinya tetap melakukan inovasi kerajinan serat alam supaya tetap digamari konsumen. Ia tetap mempertahankan kualitas bahan baku dan produknya.
"Kami menyadari keterbatasan modal ini membuat produksi tidak banyak. Untuk itu, kami menekankan pada kualitas produk dan inovasi produk yang digemari di pasaran," kata Wartini.
Pemilik Tukiyo Handycraft Salamrejo, Tukiyo, mengatakan pihaknya menolak banyak permintaan dari perdagang di sekitar Kota Yogyakarta dan dari daerah lain.
"Kami tidak menambah stok kerajinan. Sebenarnya pesanan sangat banyak dan kami menolak pesanan karena bahan baku susah dan harga bahan baku naik," kata Tukiyo.
Ia mengatakan, dirinya kewalahan memenuhi permintaan dari eksportir hingga pedagang dari Bali, Jakarta, dan Bandung.
"Kami setiap bulan mendapatkan pesanan antara 1.200 hingga 1.500 pieces. Tapi, hanya mampu memproduksi antara 75 hingga 80 persen," katanya.
"Kami kewalahan memenuhi pesanan tas atau kerajinan serat alam setiap bulannya," katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Berita Lainnya
Berita Pilihan
Advertisement
Petani Diminta Siap Hadapi Kekeringan, Kementan Siapkan 80 Ribu Pompa
Advertisement
Advertisement
Berita Populer
Advertisement
Advertisement




