Advertisement

BEASISWA KE AUSTRALIA : Universitas Tazmania dan Pemda DIY Sediakan Beasiswa Bidang Maritim, Geologi dan Perikanan

Rabu, 20 Januari 2016 - 11:20 WIB
Nina Atmasari
BEASISWA KE AUSTRALIA : Universitas Tazmania dan Pemda DIY Sediakan Beasiswa Bidang Maritim, Geologi dan Perikanan

Advertisement

Beasiswa ke Australia disediakan Universitas Tazmania dan Pemda DIY untuk belajar di bidang maritim, geologi dan perikanan

Harianjogja.com, JOGJA-Universitas Tasmania Australia dan pemerintah DIY akan menggelar beasiswa untuk jenjang S2 dan S3 di universitas itu. Untuk menggaet lebih banyak peminat, beasiswa itu akan dinamakan sesuai nama Gubernur DIY.

Advertisement

“Belum resmi sebenarnya, ya, bolehlah disebut Beasiswa Ngarso Dalem,” ujar Koordinator Kopertis Wilayah V Bambang Supriyadi, Selasa (20/1/2016).

Awalnya beasiswa itu akan ditanggung sepenuhnya oleh pihak Universitas Tasmania. Namun Sri Sultan Hamengku Buwono X mengatakan keinginannya untuk ikut ambil bagian dalam memberikan sumbangan bagi beasiswa itu.

Beasiswa itu akan ditujukan bagi peminat yang ingin melanjutkan pendidikan untuk bidang kemaritiman, geologi dan perikanan. Bambang menilai Universitas Tasmania merupakan salah satu universitas terbaik di Australia yang memiliki disiplin ilmu yang belum ada di Indonesia.

“Untuk detailnya masih dalam penjajakan, harapannya semester ganjil 2016 ini sudah ada kesepakatan dan akan dirilis,” ujar dia.

Presiden Indonesia Australia Business Council (IABC) Jogja, George Iwan Marantika mengatakan, alasan Universitas Tasmania mengajak DIY sebagai rekan kerjasama adalah karena status DIY sebagai pusat pendidikan tinggi di Indonesia. Terlebih sebelumnya universitas itu memberikan gelar Doktor Honoris Causa pada HB X.

George menjelaskan Universitas itu merupakan universitas negeri di Australia yang program studi maritimnya termasuk dalam lima besar dunia. Selain itu terdapat pula lembaga pendidikan maritim terkemuka di Australia yang berafiliasi dengan universitas itu.

“Ada juga rencana untuk menjadikan DIY sebagai pusat studi maritim. Sampai sekarang belum ada universitas yang punya pascasarjana maritim,” imbuh dia.

Rencana ini pun disambut hangat oleh Ketua Forum pendidikan Maritim Indoensia Australia Wegig Pratama. Menurutnya bila kerjasama ini terwujud maka akan ada terobosan baru di dunia pendidikan kemaritiman di Indonesia. Dia pun berharap para dosen dan tenaga pendidikan diprioritaskan agar pendidikan maritim di Indonesia bisa segera berkembang.

“Masih banyak dosen maritim yang masih bergelar S1. Kalau mereka bisa diprioritaskan kan bisa jadi pionir untuk membuka program serupa di Indonesia,” tandas dia.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Advertisement

Harian Jogja

Berita Terkait

Berita Lainnya

Advertisement

Harian Jogja

Berita Pilihan

Advertisement

Fakta Baru Terungkap di Balik Serangan AS ke Iran

Fakta Baru Terungkap di Balik Serangan AS ke Iran

News
| Sabtu, 04 April 2026, 22:47 WIB

Advertisement

Long Weekend April 2026: Cek Tanggal Merah Usai Lebaran

Long Weekend April 2026: Cek Tanggal Merah Usai Lebaran

Wisata
| Jum'at, 03 April 2026, 12:37 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement