KEMISKINAN KULONPROGO : Tekan Angka Kemiskinan, Renovasi RTLH Jadi Andalan

04 Februari 2016 20:19 WIB Rima Sekarani Kulonprogo Share :

Kemiskinan Kulonprogo terus ditekan, cara andalan yang dilakukan adalah merenovasi rumah tidak layak huni (RTLH)

Harianjogja.com, KULONPROGO-Jumlah penduduk miskin di Kulonprogo pada 2015 lalu tercatat 12% atau 52.331 jiwa, lebih sedikit dibanding tahun sebelumnya yang mencapai 15,66% atau 68.040 jiwa.

Bantuan renovasi rumah tidak layak huni (RTLH) masih menjadi salah satu andalan program percepatan penanggulangan kemiskinan.

Wakil Bupati Kulonprogo, Sutedjo mengatakan, pemerintah dituntut selalu membuat inovasi untuk menekan angka kemiskinan. Menurutnya, gerakan Bela-Beli Kulonprogo masih harus terus digaungkan untuk mendukung upaya pemberdayaan masyarakat, khususnya di bidang ekonomi.

“Meski belum merata, secara umum angka kemiskinan Kulonprogo terus menurun,” ujar Sutedjo pada peluncuran hasil pendataan kemiskinan Kulonprogo 2015 di Gedung Kaca, Wates, Kulonprogo, Rabu (3/2/2016).

Sutedjo memaparkan, program bedah rumah RTLH akan lebih digalakkan tahun ini. Menurutnya, bedah rumah cukup efektif menekan angka kemiskinan karena mampu mengintervensi beberapa indikator kemiskinan sekaligus.

Di antaranya terkait luas lantai bangunan dan jenis dinding tempat tinggal, sumber penerangan rumah tangga, hingga ketersediaan fasilitas mandi cuci kakus (MCK).

Kepala Badan Perencanaan dan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Kulonprogo, Agus Langgeng Basuki menambahkan, Pemkab Kulonprogo menargetkan setidaknya merenovasi 500 unit RTLH hingga 2017 mendatang.

“Nanti juga kita programkan jambanisasi minimal 500 unit untuk menurunkan angka buang air besar sembarangan atau BABS,” ungkap Langgeng.

Langgeng mengatakan, percepatan penanggulangan kemiskinan juga akan ditempuh melalui pemberian sejumlah jenis bantuan lain, seperti beasiswa pendidikan bagi siswa miskin serta santunan anak yatim piatu. Masyarakat miskin pun akan lebih didorong untuk merintis dan mengembangkan usaha mandiri.