SD Muhammadiyah Sapen Pertahankan Gelar, Tarakanita Bumijo Cetak Sejarah di MLSC Jogja
SD Muhammadiyah Sapen kembali juara KU 12 MLSC Jogja. SD Tarakanita Bumijo I mencetak sejarah sebagai juara baru KU 10 dengan top skor 36 gol.
Ilustrasi kamar hotel. (JIBI/Harian Jogja/Antara)
Moratorium hotel diharapkan dijalankan secara tegas.
Harianjogja.com, SLEMAN-Direktur Wahana Lingkungan Hidup (Walhi) DIY Halik Sandera mengatakan, saat ini sejumlah proyek apartemen masih berlangsung. Adapun moratorium sudah diberlakukan.
Sayangnya, tidak sedikit pembangunan yang dilakukan melanggar dokumen lingkungan (amdal). Pemkab, desaknya, perlu membuka proses perizinan pembangunan hotel, apartemen dan condotel kepada masyarakat.
"Ini dilakukan agar masyarakat dapat mengontrol kalau terjadi pelanggaran," katanya, Kamis (4/2/2016).
Dia menyebut banyak pengembang yang baru mengajukan izin namun sudah berani melakukan pembangunan. Izin membangun bangunan (IMB) belum turun, aktivitas membangun dilakukan.
"Pemkab belum menunjukkan keseriusannya menegakkan aturan karena sejumlah pelanggaran masih didiamkan tanpa ada tindakan tegas. Kami berharap ada aksi nyata dari Pemkab seperti saat menutup toko berjejaring,” kata dia.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
SD Muhammadiyah Sapen kembali juara KU 12 MLSC Jogja. SD Tarakanita Bumijo I mencetak sejarah sebagai juara baru KU 10 dengan top skor 36 gol.
Nguyen Xuan Son cedera hamstring dan absen 4-6 pekan. Striker Vietnam itu harus mundur dari FIFA ASEAN Cup 2026
Cek harga emas Antam, Galeri24 dan UBS di Pegadaian beserta harga buyback dalam berbagai ukuran, dari 0,5 gram hingga 1.000 gram.
Kata oke ternyata punya sejarah sejak 1839. Istilah OK pertama kali tercatat di Boston Morning Post sebagai singkatan jenaka.
AI mengubah pendidikan tinggi Tiongkok. Ribuan jurusan ditutup atau ditunda, sementara kampus membuka program chip, robotika, dan AI.
Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Magelang secara resmi meluncurkan perluasan gerakan “Blonjo Warung Tonggo”.