Peridot Klaten Kembali ke Akar Kopi Setelah Hampir 12 Tahun Berjalan
Hampir 12 tahun Peridot Coffee and Eatery Klaten bertahan mengikuti perubahan tren kopi, dari mesin espresso hingga konsep slowbar.
Ilustrasi kamar hotel. (JIBI/Harian Jogja/Antara)
Moratorium hotel diharapkan dijalankan secara tegas.
Harianjogja.com, SLEMAN-Direktur Wahana Lingkungan Hidup (Walhi) DIY Halik Sandera mengatakan, saat ini sejumlah proyek apartemen masih berlangsung. Adapun moratorium sudah diberlakukan.
Sayangnya, tidak sedikit pembangunan yang dilakukan melanggar dokumen lingkungan (amdal). Pemkab, desaknya, perlu membuka proses perizinan pembangunan hotel, apartemen dan condotel kepada masyarakat.
"Ini dilakukan agar masyarakat dapat mengontrol kalau terjadi pelanggaran," katanya, Kamis (4/2/2016).
Dia menyebut banyak pengembang yang baru mengajukan izin namun sudah berani melakukan pembangunan. Izin membangun bangunan (IMB) belum turun, aktivitas membangun dilakukan.
"Pemkab belum menunjukkan keseriusannya menegakkan aturan karena sejumlah pelanggaran masih didiamkan tanpa ada tindakan tegas. Kami berharap ada aksi nyata dari Pemkab seperti saat menutup toko berjejaring,” kata dia.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Hampir 12 tahun Peridot Coffee and Eatery Klaten bertahan mengikuti perubahan tren kopi, dari mesin espresso hingga konsep slowbar.
Bank Indonesia mempertahankan BI Rate 5,75% pada September 2026. Stabilitas rupiah dan tekanan pasar keuangan global menjadi pertimbangan utama.
Pendapatan transfer DIY turun Rp583,77 miliar pada perubahan APBD 2026. DPRD meminta PAD diperkuat tanpa menambah beban masyarakat.
Muse AI mencatat 1,8 juta unduhan di AS dan Kanada dalam 12 hari, melampaui ChatGPT. Ini fitur fleksibilitas, keamanan, dan kapabilitasnya.
Lapangan Pancasila Simpang Lima, Kota Semarang, dipadati lautan manusia dalam acara Jawa Tengah Bersholawat yang digelar sebagai bentuk tasyakuran
Sebanyak 17 Taman Budaya mengikuti Temu Karya XXV di Jogja untuk bertukar pengalaman dan praktik pengelolaan kebudayaan antardaerah.