Karhutla di Seloharjo Bantul Belum Padam, Akses Jadi Kendala

Yudhi Kusdiyanto
Yudhi Kusdiyanto Rabu, 19 Agustus 2026 20:37 WIB
Karhutla di Seloharjo Bantul Belum Padam, Akses Jadi Kendala

Ilustrasi kebakaran hutan dan lahan. Harian Jogja/dok

Harianjogja.com, BANTUL— Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) kembali terjadi di wilayah Kabupaten Bantul, Rabu (19/8/2026) malam. Kali ini, api membakar kawasan perbukitan di sisi selatan Kalurahan Seloharjo, Kapanewon Pundong, dan petugas Damkarmat BPBD Bantul menghadapi kendala akses untuk mencapai titik kebakaran.

Informasi mengenai kebakaran tersebut sebelumnya diunggah warga melalui akun X @Merapi Uncover. Lokasinya disebut berdekatan dengan kawasan yang sebelumnya juga mengalami kebakaran, yakni Hutan Soka dan Karangasem.

“Terjadi kebakaran lagi min. Lokasi hamper dekat sama yang kemarin. Sekarang yang kebakaran ada 2 tempat. Yang pertama di alas area Desa Soka (Hutan area desa Soka). Yang kedua ngalas duwur desa Karangasem (Hutan atasnya desa Karangasem).” tulis salah satu netizen di akun X Merapi Uncover.

Kebakaran dilaporkan terjadi di dua kawasan. Posisi api berada di atas perbukitan sehingga menyulitkan petugas untuk melakukan pemadaman secara langsung.

Damkarmat Bantul Terkendala Akses

Lurah Seloharjo, Kapanewon Pundong, Marhadi Badrun, membenarkan adanya kebakaran lahan dan hutan di bukit sisi selatan wilayah Kalurahan Seloharjo. Hingga Rabu malam, sebagian titik api masih belum berhasil dipadamkan.

"Kebakaran terjadi di lahan dan hutan yang berada di atas perbukitan tepatnya terletak di Padukuhan Karangasem, Boboktempel dan Kalinampu," ujarnya, Rabu malam seperti dikutip dari Yogyapos.com.

Petugas Damkarmat BPBD Bantul telah berhasil memadamkan kebakaran di Padukuhan Karangasem. Namun, api di kawasan Padukuhan Kalinampu dan Boboktempel masih belum berhasil dipadamkan.

Kondisi medan menjadi persoalan utama dalam proses pemadaman. Tidak tersedia akses yang dapat dilalui mobil Damkarmat untuk menuju lokasi kebakaran di perbukitan tersebut.

"Tidak ada akses yang bisa dilalui mobil Damkarmat untuk sampai ke lokasi kebakaran," katanya.

Api Berpotensi Merembet ke Gunungkidul

Badrun menyebut kebakaran yang terjadi di Seloharjo diduga kuat dipicu aktivitas warga yang membuka lahan sebagai persiapan tanam saat musim penghujan. Aktivitas tersebut diduga justru memicu munculnya kebakaran.

Kondisi tersebut menjadi perhatian karena wilayah yang terbakar berbatasan langsung dengan Kapanewon Purwosari, Kabupaten Gunungkidul. Apabila tidak segera dipadamkan, api berpotensi merembet ke kawasan hutan dan lahan di wilayah tersebut.

" Saat ini kebakaran hutan dan lahan malah jadi tontonan warga dan beruntung bukit yang terbakar jauh dari rumah warga," katanya.

Sebelumnya, DPRD Bantul meminta pengawasan terhadap potensi kebakaran lahan diperkuat seiring meningkatnya jumlah kejadian selama musim kemarau. Upaya antisipasi dinilai perlu dilakukan hingga tingkat RT agar titik api yang muncul akibat kelalaian dapat segera ditangani.

Ketua Komisi A DPRD Bantul, Jumakir, mengatakan pemangku wilayah mulai dari dukuh, lurah, hingga kapanewon perlu meningkatkan sosialisasi dan pengawasan kepada masyarakat terkait potensi kebakaran.

"Kami mendorong pada pemangku wilayah di tingkat Dukuh, Lurah, Kapanewon, untuk bisa memberikan sosialisasi kepada masyarakat dan memperkuat pengawasan," kata Jumakir, Kamis (30/7/2026).

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Yudhi Kusdiyanto
Yudhi Kusdiyanto Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online