Kemarau Panjang hingga November, Dewan Minta Pangan Gunungkidul Dijaga
DPRD Gunungkidul meminta pemkab memperkuat mitigasi dampak kemarau panjang hingga November agar pertanian dan stok pangan tetap aman.
Kondisi MI YAPPI Natah yang dipasangi garis polisi karena aksi pembakaran di sekolah tersebut, Rabu (19/8/2026)./ Harian Jogja-David Kurniawan
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL— Aksi teror terjadi di Madrasah Ibtidaiyah (MI) YAPPI Natah, Kalurahan Natah, Kapanewon Nglipar, Gunungkidul. Sekolah tersebut diduga menjadi sasaran penyiraman bahan bakar minyak (BBM) jenis solar hingga berujung pada pembakaran di bagian dapur.
Peristiwa itu diketahui penjaga sekolah pada Rabu (19/8/2026) sekitar pukul 06.00 WIB ketika membuka pintu sekolah. Polisi kemudian memasang garis polisi di sekitar lokasi untuk kepentingan penyelidikan.
Kepala MI YAPPI Natah, Dedi Irawan, mengatakan pihak sekolah telah melaporkan kejadian tersebut ke Polsek Nglipar. Penanganan kasus selanjutnya diserahkan kepada kepolisian.
Menurut Dedi, aksi teror tidak hanya berupa penyiraman solar, tetapi juga pembakaran. Bekas kebakaran terlihat di pintu dapur hingga bagian atap sekolah.
“Ada juga kayu atap yang terbakar hingga terjatuh menimpa asbes ruangan,” kata Dedi kepada wartawan, Rabu siang.
Ceceran Solar Ditemukan di Sejumlah Titik
Dedi mengatakan bekas penyiraman solar tidak hanya ditemukan di bagian dapur yang terbakar. Cairan tersebut juga terlihat di ruang kelas sekolah yang berbentuk leter L.
“Di belakang sekolah juga ada beberapa titik ceceran solar. Selain itu, di depan ruang kelas juga ada kertas yang ditata sedemikian rupa. Kelihatannya ini ditata secara sengaja, tapi kami tidak tahu pelakunya siapa,” ujarnya.
Temuan tersebut membuat pihak sekolah menyerahkan sepenuhnya proses pengungkapan kepada kepolisian. Hingga kini, belum diketahui siapa pelaku maupun motif di balik aksi teror tersebut.
Lokasi kejadian juga telah dipasangi garis polisi. Sejumlah barang yang ditemukan di sekitar sekolah diamankan untuk membantu proses penyelidikan.
Polisi Temukan Botol Berisi BBM
Kapolsek Nglipar AKP Pariyadi membenarkan adanya aksi teror di salah satu sekolah di Kalurahan Natah tersebut.
Berdasarkan laporan yang diterima polisi, aksi dilakukan dengan menumpahkan solar di sejumlah bagian sekolah hingga terjadi pembakaran di ruang dapur.
Polsek Nglipar telah berkoordinasi dengan tim Inafis Polres Gunungkidul untuk mendalami kasus tersebut. Olah tempat kejadian perkara (TKP) juga telah dilakukan.
Dalam pemeriksaan awal, polisi menemukan sejumlah barang yang diduga berkaitan dengan aksi tersebut.
“Ada temuan botol bekas yang berisi BBM. Selain itu, juga ada beberapa kertas yang kondisi basah karena disiram BBM,” kata Pariyadi.
Barang-barang tersebut kini diamankan sebagai bagian dari proses penyelidikan untuk mengungkap pelaku pembakaran.
Polisi Masih Menunggu Hasil Pemeriksaan Inafis
Pariyadi mengatakan penyelidikan lebih lanjut masih menunggu hasil pemeriksaan tim Inafis yang telah melakukan pemeriksaan di lokasi kejadian.
Polisi belum menyampaikan dugaan mengenai identitas maupun motif pelaku karena proses pengumpulan informasi dan barang bukti masih berlangsung.
“Kita menunggu hasil penyelidikan lebih lanjut dan kami berkomitmen mengusut kasus ini sampai tuntas,” ujarnya.
Pihak kepolisian masih mendalami seluruh temuan di lokasi, termasuk ceceran solar, botol bekas BBM, kertas yang ditemukan di sekitar sekolah, serta bagian bangunan yang terbakar.
Kasus pembakaran MI YAPPI Natah tersebut kini ditangani Polsek Nglipar dengan dukungan tim Inafis Polres Gunungkidul.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
DPRD Gunungkidul meminta pemkab memperkuat mitigasi dampak kemarau panjang hingga November agar pertanian dan stok pangan tetap aman.
Pendaftaran Sekolah Kedinasan 2026 dibuka 18-30 Agustus. Simak 20 sekolah yang sebelumnya tidak mensyaratkan nilai UTBK-SNBT.
Fajar/Fikri lolos ke 16 besar Kejuaraan Dunia BWF 2026 setelah mengalahkan Eloi Adam/Leo Rossi dua gim langsung di New Delhi.
Spotify memperluas Running Mode ke Android. Fitur AI ini menyesuaikan playlist dengan tempo lari, tetapi belum tersedia di Indonesia.
Pasar murah Pemkab Bantul di Pajangan diserbu warga. Harga beras, minyak, telur, gula, dan bawang dijual lebih murah dari pasaran.
Polri membantah pencegahan Febrie Adriansyah dilakukan sewenang-wenang dan menyebut tindakan itu untuk kepentingan penyidikan.