MIRAS OPLOSAN : Dua Mahasiswi Tewas Usai Menenggak Miras

Ilustrasi (JIBI/Solopos - Antara)
06 Februari 2016 19:38 WIB Bhekti Suryani Bantul Share :

Miras Oplosan merenggut nyawa belasan orang, kini bertambah lagi dua mahasiswi

Harianjogja.com, BANTUL- Dua orang mahasiswi asal Ternate, Maluku Utara tewas mengenaskan di sebuah kamar kos di Dusun Karangjambe, Banguntapan, Bantul, setelah menenggak minuman keras (miras) oplosan.

Kedua korban, pertama, Siti Nur Dayantikaba, 21 warga Desa Kayumerah, Kec. Ternate Selatan, Kota Ternate, Maluku Utara. Korban kedua bernama Novrillah Gamawati, 23, warga Keluarahan Makasar Barat, Kec. Ternate Tengah, Kota Ternate, Maluku Utara.

Jasad keduanya ditemukan Jumat (5/2/2016) malam pukul 23.00 WIB atau jelang Sabtu (6/2/2016) dini hari oleh pemilik kos bernama Wari Wardiana atau biasa dipanggil Mami, bersama seorang penghuni kos lainnya bernama Ella Budisetyawati, 21.

Pemilik kos mulanya bermaksud memanggil korban Novrillah Gamawati dengan mengajak saksi Ella Budisetyawati. Sebab, sekitar pukul 22.00 WIB, orang tua korban di Ternate menelepon putrinya, namun telepon genggam tidak diangkat. Orang tua Novrilah Gammawati lantas menghubungi pemilik kos untuk mengecek keadaan korban.

Namun saat ditemukan keduanya sudah tidak bernyawa. "Kedua korban muntah darah," ungkap Kepala Polsek Banguntapan Komisaris Polisi (Kompol) Suharno, Sabtu (6/2/2016).

Sebelumnya, pada Jumat pagi hingga siang, kedua korban diketahui masih hidup. Sekitar pukul 07.00 WIB, penghuni kos lainnya masih mendengarkan keduanya menyalakan musik dari dalam kamar kos. Bahkan pada pukul 13.00 WIB, korban Novrilah Gammawati masih mengirim pesan singkat ke Mami menanyakan menu masakan hari itu.

Sekitar pukul 18.00 WIB, seorang penghuni kos sempat melintasi jendela kamar kos tersebut dan melihat keduanya tidur tidak bergerak. Baru pada pukul 22.00 WIB diketahui kedua korban telah tewas.

Menurut Suharno, keduanya diduga tewas karena menenggak miras. Di dalam kamar kos, polisi menemukan dua botol air mineral yang telah kosong, satu botol arak yang masih penuh serta satu botol berisi arak yang tinggal setengah. Polisi juga menemukan produk minuman Coca Cola yang tinggal berisi seperempat liter serta sebuah cangkir berisi minuman yang dicampur dengan arak.

Dari hasil pemeriksaan petugas, keduanya diduga telah tewas enam jam sebelum ditemukan. Pada Sabtu dini hari, jasad keduanya dibawa ke Rumas Sakit (RS) Dr Sarjito untuk diautopsi. "Orang tuanya sudah dihubungi, sedang dalam perjalanan ke Jogja. Sampai sekarang belum datang," paparnya lagi.

Polisi kini menyelidiki tewasnya dua mahasiswi dalam sebuah kamar kos itu. Kasus kematian akibat miras itu diduga terkait dengan kejadian tewasnya sejumlah mahasiswa beberapa hari terakhir setelah menenggak miras oplosan.