TIPS KESEHATAN : Ini Rahasia Tangkis Kanker

08 Februari 2016 12:20 WIB Mediani Dyah Natalia Sleman Share :

Tips kesehatan ini mengenai hidup sehat melawan kanker.

Harianjogja.com, SLEMAN-Kanker merupakan penyakit tidak menular yang menjadi penyebab kematian nomor tujuh di Indonesia. Data Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) 2013 mencatat prevalensi kanker di Indonesia mencapai 1,4 per 1.000 penduduk atau setara dengan 347.000 orang.

Dari sekian banyak kanker yang menyerang masyarakat Indonesia, kanker payudara dan kanker leher rahim masih menjadi penyakit kanker tertinggi yang diderita perempuan. Pasien laki-laki umumnya alami kanker usus besar (kolorektal) dan kanker paru.

Ahli Hematologi Onkologi Medik Universitas Gadjah Mada (UGM), Mardiah Suci Hardianti mengatakan  munculnya kanker dipengaruhi oleh dua faktor utama.  Pertama, faktor dari dalam yakni kerentanan individu untuk menderita kanker.  Kedua, akibat faktor luar yaitu kanker yang didapat akibat pengaruh lingkungan dan pola hidup tidak sehat. Infeksi virus juga bisa mengakibatkan timbulnya kanker. Misalnya, virus Epstein Barr atau EBV dapat menyebabkan kanker nasofaring, kanker leher rahim (serviks) dapat diakibat oleh infeksi virus HPV, dan kanker hati bisa berkaitan dengan virus Hepatitis-B.

Kedua faktor tersebut, baik faktor dari dalam maupun dari luar jika mengakibatkan perubahan atau mutasi pada gen yang berperan pada timbulnya kanker pada akhirnya menyebabkan terjadinya kanker. Namun begitu, sebagian besar kejadian kanker dipengaruhi faktor luar.

" 95 persen kanker dikarenakan mutasi gen karena faktor dari luar. Sementara faktor bawaan hanya menyumbang kejadian kanker sebesar 5 persen saja, sehingga sebagian besar kanker dapat dicegah", ungkapnya di KSM Penyakit Dalam RSUP Dr. Sardjito baru-baru ini seperti dikutip dari rilis yang Harianjogja.com, terima akhir pekan lalu.

Karenanya, kata dia, menjadi tidak berlebihan apabila kanker dikatakan sebagai penyakit atau keganasan yang terkait dengan gaya hidup. Kejadian kanker akan semakin meningkat jika seseorang memiliki gaya hidup yang tidak sehat.

Mardiah mengatakan di DIY sendiri jumlah penderita kanker tergolong besar. Dari data penderita kanker di RSUP Dr. Sardjito mengalami peningkatan dari tahun ke tahun. Data tahun 2009 mencatat jumlah kunjungan pasien yang menjalani rawat jalan di Klinik Tulip sebanyak 23 ribu dan terus naik hingga 48.175 ribu di tahun 2015.

“Rata-rata setiap tahunnya selama 2009-2013 kunjungan pasien di klinik kanker terpadu Tulip RS DR Sardjito mencapai 30 ribu orang pertahun meliputi pasien lama/kontrol dan baru” katanya.

Guna menekan kejadian kanker, Mardiah menghimbau masyarakat untuk menerapkan gaya hidup sehat. Selain itu juga menjauhkan diri dari faktor risiko terkena kanker. Kanker dapat dicegah dengan menghindari faktor risikonya. Antara lain menghindari paparan asap rokok, polusi, sinar UV, konsumsi alkohol, serta diet rendah serat. Selain itu mempertahankan untuk tetap aktif secara fisik penting dalam upaya mencegah kanker.

"Melakukan vaksinasi juga bisa mencegah risiko kanker yang diakibatkan karena infeksi virus," tuturnya.

Mardiah menyampaikan persoalan kanker tidak hanya menjadi permasalahan penderita kanker dan tenaga kesehatan saja. Menurutnya, kanker sudah menjadi isu besar dunia. Dengan demikian diharapkan semua orang, baik individu maupun komunitas, dapat berperan dalam upaya mengurangi kematian akibat kanker.

"Secara individu, selain menjalani pola hidup sehat dan rutin berolahraga, diharapkan juga lebih perhatian terhadap tanda dan gejala kanker serta deteksi dini. Menemukan kanker sejak dini akan memperbesar kemungkinan keberhasilan pengobatan," jelas staf pengajar Departemen Penyakit Dalam FK UGM ini.

Memberikan dukungan fisik dan mental terhadap penderita kanker, tambah dia, juga dibutuhkan dalam mendukung ketahanan hidup baik pada masa perawatan maupun setelahnya.

Sementara sebagai anggota masyarakat dapat dilakukan dengan terus meminta pemerintah menunjukkan komitmen dalam penyediaan sumber daya yang memadai. Hal itu ditujukan untuk mengurangi kematian karena kanker dan meningkatkan kualitas hidup bagi penderita.

" Melakukan edukasi tentang hubungan gaya hidup dengan risiko kanker dan meningkatkan akses untuk perawatan kesehatan kanker bagi masyarakat secara terus-menerus juga sangat penting", terangnya memperingati Hari Kanker Sedunia 2016.

Mardiah menambahkan pemerintah juga diharapkan membuat registrasi kanker berbasis komunitas agar bisa mengetahui kasus riil di masyarakat. Pasalnya selama ini belum semua kasus kanker terungkap karena data yang ada baru dari rumah sakit saja.