Ditemukan 11 Kasus Penyakit TB-MDR di Kulonprogo, Warga Diminta Waspada

10 Februari 2016 14:54 WIB Sekar Langit Nariswari Kulonprogo Share :

Ditemukan 11 kasus penyakit Tubercolosis Multi Drug Resistent (TB-MDR) di Kulonprogo

Harianjogja.com, KULONPROGO - Dinas Kesehatan (Dinkes) Kulonprogo mengimbau masyarakat mewaspadai penyebaran penyakit Tubercolosis Multi Drug Resistent (TB-MDR). Pasalnya, jenis penyakit ini hingga kini belum ditemukan obatnya.

Penyakit TB-MDR disebabkan karena penderita penyakit TBC yang tidak menyelesaikan proses pengobatannya. Akibatnya, kuman penyakit ini kemudian kebal terhadap obat-obatan TBC.

Kepala Bidang Pemberantasan Penyakit dan Penyehatan Lingkungan (P2PL) Dinkes Kulonprogo, Baning Rahayujati menyatakan bahwa untuk penyakit TB- MDR sendiri sampai kini belum ada obatnya.

Untuk seluruh wilayah Kulonprogo sendiri, sejak lima tahun terakhir sudah terdapat 11 kasus penderita penyakit jenis ini. Dari keseluruhan kasus, enam kasus sedang menjalani terapi pengobatan, dua kasus meninggal dunia, dan tiga kasus terbukti sembuh.

Baning menguraikan bahwa tiga kasus yang sudah sembuh tersebut terbukti bebas dari TBC meskipun masih kebal terhadap obat-obatan tertentu.

Meski kebal terhadap obat-obatan, penyakit TB-MDR dapat disembuhkan melalui terapi Directly Observed Treatment Shourt-Course (DOTS). Menurut Baning, terapi yang berlangsung selama empat bulan ini sudah disepakati menjadi penanganan bagi penyakit TBC di berbagai daerah.

Ia juga menjelaskan bahwa obat untuk terapi ini telah disediakan secara gratis oleh pemerintah. Meski demikian, terapi untuk TB-MDR akan lebih panjang dan sulit dibandingkan terapi bagi penyakit TBC.

Lebih lanjut, penderita penyakit TB-MDR juga kemudian dapat menularkan penyakitnya pada sekitarnya melalui kontak langsung. Berbeda dari penderita pertama yang diawali dengan penyakit TBC, orang yang tertular TB-MDR akan langsung mendapatkan penyakit tersebut tanpa harus melewati fase penderita TBC.

“Orang yang tertular akan langsung menjadi penderita TB-MDR primer,” ujarnya di Kantor Dinkes Kulonprogo, Wates, pada Selasa (9/2/2016).

Baning menyebutkan bahwa sudah ada 1 kasus TB-MDR yang diakibatkan oleh penularan oleh lingkungan sekitar di Kulonprogo. Penyakit ini sendiri memiliki gejala yang hampir sama dengan penyakit TBC salah satunya batuk berkepanjangan selama dua minggu.

Jika ada pasien yang terdeteksi, kemudian akan dilihat sejarah penderita di lingkungan sekitarnya untuk kemudian dirujuk ke rumah sakit yang memiliki fasilitas yang memadai.