KECELAKAAN PESAWAT : Tinggalkan Istri yang Tengah Mengandung, Ivy Pamitan Sebelum Kecelakaan

Diana Fitri, isteri almrhum Mayor Pnb Ivy Syafatillah, terlihat sedih saat menunggu kedatangan jenazah suaminya. (Ujang Hasanudin/JIBI - Harian Jogja)
11 Februari 2016 09:21 WIB Ujang Hasanudin Jogja Share :

Kecelakaan pesawat latih tempur Super Tucano TT-3108 di Malang meninggalkan duka mendalam bagi  istri almarhum Mayor Penerbang, Ivy Syafatillah

Harianjogja.com, JOGJA-Lantunan doa dan bacaan ayat suci Al-Quran menggema di Jalan Perintis Kemerdekaan Nomor 2, Umbulharjo, Jogja, Rabu (10/2/2016) malam. Sejumlah orang terus berdatangan memberikan ucapan belasungkawa kepada istri almarhum Mayor Penerbang, Ivy Syafatillah.

Banyak bunga ucapan ucapan duka cita juga memenuhi halaman rumah Ivy. Ivy Syafatillah tewas kecelakaan saat menerangkan pesawat latih tempur Super Tucano TT-3108 di Malang, Jawa Timur, pada siang hari. Pesawat milik TNI Angkatan Udara Adisutjipto itu jatuh di tengah pemukiman warga sekitar pukul 10.00 WIB.

Isteri almarhum, Diana Fitri, 34, tampak terpukul dengan kepergian suaminya. Meski berusaha tegar saat disalami para pelayat, namun ibu yang tengah mengandung delapan bulan itu sesekali mengusap air mata dengan tangannya. Sementara kerabatnya berusaha menenangkan.

Diana bahkan sempat tidak percaya mendapat kabar duka suaminya dari Malang, karena banyak kabar simpang siur, terkait kondisi suaminya pascakecelakaan. Ibu dari Dafa Firasandi Zain, 9, dan Aqsha Irfan Maulana, 7, ini baru benar-benar yakin setelah Komandan Pangkalan Udara Adistujipto Jogja Marsekal Pertama Imran Baidirus melayat pada sore hari.

Keraguan kabar duka suaminya karena pada pagi hari, sekitar pukul 07.00 WIB Ivy Sempat menghubungi Diana sebelum berangkat. Dalam komunikasi lewat telepon itu Ivy menanyakan kabar kedua anaknya dan juga kondisi kandungan Diana.

Diana pun menjawab kedua anaknya sudah berangkat sekolah dan kondisi kandungannya pun baik-baik saja. "Saya berpesan supaya hati-hati," ucap Diana.

Ia tidak menyangka komunikasi via telepon itu merupakan komunikasi terakhir dengan suami. Diana mengaku tidak mendapat pirasat apapun terkait kepergian suaminya. Ia terakhir bertemu pada Senin (8/2/2016) lalu, saat suaminya akan berangkat ke Malang. Ivy memang setiap akhir pekan selalu pulang ke rumah.

Ia menganggap almarhum Ivy merupakan sosok suami yang baik, penuh perhatian pada anak dan isteri. "Sayang sama anak sama isteri, bertanggung jawab dalam tugasnya." ujar Diana.