WISATA GUNUNGKIDUL : Nelayan Pantai Gesing Siapkan Perahu Wisata

Pantai Gesing, Gunungkidul (Kusnul Isti Qomah/JIBI - Harian Jogja)
11 Februari 2016 19:20 WIB Uli Febriarni Gunungkidul Share :

Wisata Gunungkidul akan bertambah wahana di Pantai Gesing, karena nelayan sedang mempersiapkan perahu untuk wisata

Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL-Kecamatan Panggang akan memaksimalkan potensi Pantai Gesing, untuk mengejar ketertinggalan dari pantai-pantai lainnya.

Camat Panggang Agustinus Gunawan menuturkan, ada tiga konsep wisata yang akan diusung oleh pemerintah kecamatan di pantai tersebut, yakni wisata pantai, wisata kuliner, wisata bahari. Sejumlah nelayan diketahui telah memersiapkan perahu mereka untuk dapat disewa oleh wisatawan.

"Mereka [wisatawan] bisa berkeliling dari pantai menuju ke laut, dengan pendampingan dari tim Search And Rescue (SAR)," ujarnya, Selasa (9/2/2016).

Sedangkan wisata kuliner akan menyajikan hidangan laut yang khas hasil olahan warga setempat. Konsep ini diharapkan akan memberikan pendapatan bagi warga Gesing dan sekitarnya, yang akan membantu mendongkrak pendapatan warga, sekaligus mengejar ketertinggalan pantai Gesing dibandingkan pantai-pantai lainnya.

Sementara itu, ditemui secara terpisah Kepala Bidang Usaha dan Pemasaran Dinas Kebudayaan dan Kepariwisataan (Disbudpar) Kabupaten Gunungkidul Eli Martono menyebutkan pantai Gesing selama ini dikenal pelabuhan pendaratan ikan nelayan, dari sisi budaya, warga sekitar bisa menjadikan budaya sedekah laut, sebagai daya tarik atraksi bagi wisatawan.

Kecenderungan wisatawan yang datang ke Gunungkidul adalah mencari sesuatu yang baru, yang berbeda dengan pantai lain dan tempat wisata yang sudah ada. Dengan mengangkat budaya lokal, sesungguhnya wilayah Kecamatan Panggang bersama Purwosari, dan sebagian Saptosari masuk dalam KSP-1, dengan konsep unggulan wisata pantai berbasis budaya.

"Karakter pantai Gesing berbeda dengan pantai-pantai lainnya, sehingga Gesing memerlukan usaha yang lebih keras. Tapi Gesing memiliki keunikan tersendiri, dan bisa menjadikan keunikan ini berbeda dengan wisata massal yang sudah ada," terangnya.