Dompet Dhuafa Gulirkan Bestian Sama Yatim
Program muliakan anak yatim dengan BesTeam (Bestian Sama Yatim) digulirkan Dompet Dhuafa sebagai bagian rangkaian Tahun Baru Islam 1448 H.
Ilustrasi pemilihan umum kepala daerah (JIBI/Harian Jogja/Istimewa)
Pilkada 2017 dipersiapkan secara detil.
Harianjogja.com, JOGJA-Pemerintah Kota Jogja telah menganggarkan dana pemilihan walikota dan wakil walikota (Pilwalkot) sebesar Rp14,9 miliar. Anggaran itu sudah disetujui melalui APBD murni 2016.
Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Jogja, Wawan Budianto mengatakan nominal anggaran pilwalkot 2017 itu sesuai dengan yang diajukan pada akhir tahun lalu. Pihaknya sudah memaparkan terkait kebutuhan anggaran tersebut dengan Pemerintah Kota Jogja dan dewan sebelum pengesahan APBD 2016.
Menurutnya, sebagian besar anggaran pilwalkot akan dialokasikan untuk belanja barang dan jasa yang mencapai 63%. Belanja barang dan jasa di antaranya termasuk memfasilitasi kampanye pasangan calon (paslon), seperti pengadaan bahan kampanye, iklan, dan debat paslon.
"Biaya honor komisioner KPU sampai petugas pemutakhiran data pemilih hanya 37%," kata Wawan usai menerima kunjungan komisioner KPU RI di kantor KPU DIY di Jalan Aipda Tut Harsono, Kamis (11/2/2016).
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Program muliakan anak yatim dengan BesTeam (Bestian Sama Yatim) digulirkan Dompet Dhuafa sebagai bagian rangkaian Tahun Baru Islam 1448 H.
Prabowo meminta warga Jakarta, Banten, dan Lampung waspada erupsi Anak Krakatau, mematuhi zona bahaya, serta menggunakan masker.
Gree meluncurkan empat produk AC baru untuk segmen hunian hingga komersial, termasuk AC inverter dan sistem VRF modular GMV9 FLEX.
PLN menegaskan rencana pengeboran PLTP Gunung Ungaran tidak berada di kawasan Candi Gedong Songo dan masih dalam tahap studi kelayakan
Sebanyak 192 ASN Gunungkidul menunggak iuran BPJS Kesehatan. Sebanyak 96 pegawai sudah melunasi, sementara lainnya mencicil tunggakan.
Penerbangan terganggu erupsi Anak Krakatau, Persebaya memilih perjalanan darat dan laut dari Lampung ke Surabaya melalui Bakauheni-Merak.