193 Karya Seniman Difabel Dipamerkan, Ada Prangko Khusus
Sebanyak 193 karya dari 131 seniman difabel dipamerkan dalam Suluh Sumurup Art Festival 2026 di Galeri Taman Budaya Yogyakarta (TBY).
Ilustrasi pemilihan umum kepala daerah (JIBI/Harian Jogja/Istimewa)
Pilkada 2017 dipersiapkan secara detil.
Harianjogja.com, JOGJA-Pemerintah Kota Jogja telah menganggarkan dana pemilihan walikota dan wakil walikota (Pilwalkot) sebesar Rp14,9 miliar. Anggaran itu sudah disetujui melalui APBD murni 2016.
Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Jogja, Wawan Budianto mengatakan nominal anggaran pilwalkot 2017 itu sesuai dengan yang diajukan pada akhir tahun lalu. Pihaknya sudah memaparkan terkait kebutuhan anggaran tersebut dengan Pemerintah Kota Jogja dan dewan sebelum pengesahan APBD 2016.
Menurutnya, sebagian besar anggaran pilwalkot akan dialokasikan untuk belanja barang dan jasa yang mencapai 63%. Belanja barang dan jasa di antaranya termasuk memfasilitasi kampanye pasangan calon (paslon), seperti pengadaan bahan kampanye, iklan, dan debat paslon.
"Biaya honor komisioner KPU sampai petugas pemutakhiran data pemilih hanya 37%," kata Wawan usai menerima kunjungan komisioner KPU RI di kantor KPU DIY di Jalan Aipda Tut Harsono, Kamis (11/2/2016).
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sebanyak 193 karya dari 131 seniman difabel dipamerkan dalam Suluh Sumurup Art Festival 2026 di Galeri Taman Budaya Yogyakarta (TBY).
Jadwal SIM Keliling Gunungkidul November 2026 tersedia di Balai Kalurahan Siraman. Cek lokasi, syarat, dan biaya perpanjangan SIM.
Simak jadwal lengkap KRL Jogja-Solo Jumat 6 November 2026 dari Stasiun Yogyakarta hingga Palur. Tarif sekali jalan Rp8.000.
Jadwal KA Bandara YIA Jumat 6 November 2026 tersedia 24 perjalanan dari YIA ke Stasiun Tugu dan sebaliknya. Cek jam keberangkatannya.
DPRD Sleman mendorong keluarga, sekolah, dan komunitas melestarikan permainan tradisional sebagai warisan budaya sekaligus sarana pendidikan karakter anak.
KPK kembali memeriksa NS, adik mantan Kepala BNPB Suharyanto, untuk mendalami dugaan pembagian proyek dari dana siap pakai bencana.