PESAWAT JATUH : Ivy Ingin Persembahkan Bintang Untuk Keluarga

Foto keramaian warga di lokasi pesawat latihjatuh di Malang, Rabu (10/2/2016). (Twitter.com - @amaliarawr)
12 Februari 2016 09:55 WIB Ujang Hasanudin Jogja Share :

Pesawat jatuh meninggalkan duka yang mendalam bagi keluarga dan sahabat korban.

Harianjogja.com, JOGJA-Terkait banyaknya pilot TNI Angkata Udara (AU) yang gugur saat menjalankan tugas, evaluasi segera dilakukan.

Pilot pesawat latih tempur Super Tucano TT-3108, Ivy Safatilah yang wafat dalam kecelakaan di Malang Jawa Timur dimakamkan di Taman Makam Pahlawan (TMP) Kusumanegara, Kamis (11/2/2016). Komandan Pangkalan Udara Marsekal Pertama Imran Baidirus mengatakan, Ivy sidah layak jadi pahlawan dan dimakamkan di TMP Kusumanegara karena beberapa bintang penghargaan yang diraihnya. Jenjang karirnya juga sudah sesuai.

TNI Angkatan Udara merasa kehilangan atas meninggalnya Ivy, "Almarhum salah satu putra terbaik TNI Angkatan Udara. Selama tugas alm punya dedikasi tinggi dan bertanggungjawab," kata Imran.

Pangkat terakhir Ivy adalah kepala fasilitator latihan terbang Wing II Pangkalan Udara Abdu Rohman Saleh.

Imran menyatakan pihaknya juga akan mengevaluasi terkait banyaknya pilot TNI Angkatan Udara terbaik didikan AAU Adisutjipto yang gugur saat memiloti pesawat latih tempur. Untuk kasus yang dialami Ivy, Imran masih menunggu hasil investigasi.

Selain keluarga, sahabat Ivy juga merasakan kehilangan yang mendalam. Mayor Reza Muryaji, teman satu angkatan dengan Ivy saat di AAU mengungkapkan bahwa Ivy sosok perwira TNI yang patut menjadi tauladan.

"Orangnya friendly, bergaul dengan siapa saja," ucapnya.

Menurutnya, Ivy orang yang penuh semangat, cerdas selama pendidikan di AAU. Ivy dipilih menjadi ketua Senat Sekolah Komando Angkatan Udara (Sekau). Sejumlah penghargaan juga diperoleh Ivy dari korp TNI Angkatan Udara.