TANAH LONGSOR KULONPROGO : Dinding Dapur Rusak Diterjang Longsor

Warga bersama relawan kerja bakti membersihkan material longsor di Dusun Gedong, Desa Purwosari, Kecamatan Girimulyo, Kulonprogo, Kamis (11/2/2016). (Rima Sekarani/JIBI - Harian Jogja)
12 Februari 2016 11:21 WIB Rima Sekarani Kulonprogo Share :

Tanah Longsor Kulonprogo menimpa sebuah rumah sehingga dapur rumah rusak

Harianjogja.com, KULONPROGO-Bencana longsor terjadi Dusun Gedong, Desa Purwosari, Kecamatan Girimulyo, Kulonprogo, Rabu (10/2/2016) malam. Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa itu. Namun, satu rumah milik warga bernama Ananto mengalami rusak sedang akibat diterjang longsor.

Longsor tebing setinggi 10 meter dan lebar delapan meter yang berdempetan dengan bagian belakang rumah Ananto terjadi sekitar pukul 19.30 WIB. Saat kejadian, pria berusia 36 tahun itu sedang membuat kopi di dapur. Dia tiba-tiba mendengar suara gemuruh.

Tidak lama kemudian, longsor datang dan merusak dinding dapur. Dia pun segera menyelamatkan diri dengan berlari ke luar rumah. “Ada suara seperti tanah bergerak. Selain dinding, ada juga batu besar yang menimpa sebagian atap rumah,” ungkap Ananto, Kamis (11/2/2016).

Ananto memaparkan, hujan memang turun di sekitar tempat tinggalnya sejak sore hari. Namun, dia tidak mengira akan terjadi longsor karena hujan yang terjadi terbilang ringan dan tidak deras. Meski begitu, dia hanya bisa pasrah ketika rumah yang baru dihuni selama dua minggu itu rusak.

Kepala Desa Purwosari, Purwito Nugroho Pujimulyanto mengatakan, kerja bakti membersihkan material longsor dilakukan warga setempat bersama para relawan, anggota TNI dan kepolisian, serta Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kulonprogo pada Kamis pagi. Bantuan logistik dari Pemkab Kulonprogo pun telah diserahkan.

Purwito mengungkapkan, rumah yang ditinggali Ananto dan istrinya itu dinilai masih cukup aman. Keduanya tidak perlu mengungsi atau bahkan sampai relokasi. Mereka hanya diminta tetap meningkatkan kewaspadaan selama musim hujan. “Setelah kami amati, rumah masih dalam kondisi aman walau harus tetap dalam pantauan intensif,” kata dia.

Purwito menambahkan, ada beberapa rekahan tebing di Gedong yang selama ini terus dipantau perkembangannya. Rekahan tersebut terletak di atas perbukitan dan rawan menimbulkan pergerakan tanah yang bisa memicu longsor jika terkena air hujan.

Menurutnya, Early Warning System (EWS) tidak bisa terlalu diandalkan karena hanya terpasang di satu titik. “Ada tiga EWS di Purwosari dan tersebar di Dusun Gedong, Nogosari, dan Penggung,” paparnya kemudian.