RS PRATAMA : Perekrutan SDM Diharapkan Transparan

Ilustrasi rumah sakit. (delitti.net)
13 Februari 2016 08:20 WIB Ujang Hasanudin Jogja Share :

RS Pratama sebentar lagi beroperasi

Harianjogja.com, JOGJA-Rumah Sakit Pratama merupakan rumah sakit yang setara dengan rumah sakit kelas III. Rumah sakit ini dibangun dengan dana APBD sebesar Rp65 miliar melalui penganggaran multiyear selama lima tahun. Rumah sakit tersebut dibangun di tanah seluas 3.775 meter persegi dengan luas bangunan 8.900 meter persegi.

Walikota Jogja, Haryadi Suyuti, meminta dalam perekrutan tenaga kerja di RS Pratama harus bebas intervensi, objektif, dan transparan, dan lebih mementingkan pelayanan kesehatan. (Baca Juga : http://www.harianjogja.com/baca/2015/12/31/rs-pratama-2016-siap-beroperasi-676002">RS PRATAMA : 2016 Siap Beroperasi)

Gedung dibangun setinggi lima lantai itu menampung 71 tempat tidur. Rencananya rumah sakit tersebut akan dilengkapi dengan berbagai fasilitas layanan pendukung, seperti Instalasi Gawat Darurat, ruang ICU, layanan poliklinik rawat jalan, ruang bedah, dan ruang kantor untuk menunjang operasional rumah sakit.

Kepala Dinas Kesehatan Jogja, Fita Yulia Kisworini menambahkan dalam pengadaan alat kesehatan (alkes) di RS Pratama sudah sesuai prosedur. Keterlambatan kedatangan alkes yang sempat menjadi temuan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) perwakilan Jogja, beberapa waktu lalu hanya persoalan teknis.

Saat itu, menurut Fita, BPK melakukan pengecekan pada 10 Desember. "Saat BPK datang waktu itu hanya sampai pukul 15.00 WIB. Sementara barang datang pada malam hari," klaim Fita.

Dari 10 jenis pengadaan alkes RS Pratama, kata Fita, hanya ada satu jenis barang yang gagal dikarenakan baranya tidak ada dan harus impor dari luar?.