LEMBAGA PENJAMINAN SIMPANAN : Kenalkan Pada Masyarakat, LPS Gandeng Pemda

Tanda kepesertaan program penjaminan simpanan dari LPS terlihat di pintu sebuah bank. Sejak LPS beroperasi secara resmi pada 2005 sampai Februari 2013 telah membayarkan klaim simpanan nasabah di 49 bank yang dilikuidasi senilai Rp666 miliar. (koran/jakarta.com)
13 Februari 2016 23:20 WIB Bernadheta Dian Saraswati Jogja Share :

Lembaga penjaminan simpanan memiliki program sosialisasi.

Harianjogja.com, JOGJA-Dalam rangka mensosialisasikan keberadaan dan fungsinya, Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) menjalin kerjasama dengan pemerintah daerah (pemda) dalam berbagai even. Selain itu LPS juga memberi santunan melalui program Corporate Social Responbility (CSR).

Sekretaris LPS Samsu Adi Nugroho mengatakan, dengan ikut serta dalam program pemerintah daerah yang langsung bersentuhan dengan masyarakat, LPS bisa melakukan sosialisasi lebih banyak dan merata. Hal ini perlu dilakukan karena masih banyak masyarakat yang belum mengetahui keberadaan dan fungsi LPS sementara mereka dominan menjadi korban perbankan yang bermasalah.

“Program sosialisasi bersama ini kami luncurkan karena belum adanya kantor perwakilan LPS di daerah. Sehingga kunjungan ke daerah sangat terbatas bahkan penanganan kasus sebuah bank bermasalahan belum tentu ada tiga bulan sekali,” ujar Adi saat bersilahturahmi dengan Walikota Jogja Haryadi Suyuti, Kamis (11/2/2016) di Balai Kota.

Data LPS menunjukkan, hampir 90% kasus perbankan yang ditangani melibatkan Bank Perkreditan Rakyat (BPR) di daerah. Sedangkan untuk bank umum, LPS hanya mencatat dua kasus besar. ”Ada sekitar 1.800 BPR yang tersebar di seluruh Indonesia, sedangkan untuk bank umum hanya 118 saja. Untuk rekening, saat ini sudah terdapat 170 juta nomor rekening yang sudah kami jamin,” lanjut Adi.

Dengan semakin banyak masyarakat yang mengenal LPS, diharapkan semangat menabung di bank tumbuh dan meningkat. Berdasarkan kajian yang dilakukan selama ini, tingkat menabung penduduk produktif Indonesia di bank masih kalah jauh dengan negara tetangga seperti Malaysia dan Singapura.

”Jadi dengan mengetahui simpanan mereka di bank mendapat jaminan penuh dari LPS, diharapkan masyarakat tidak lagi menggunakan cara-cara konvensional menabung semisal di celengan atau malah lebih parah lagi habis untuk konsumsi kebutuhan yang tidak penting,” pungkasnya.

Sebagai bentuk CSR, LPS akan memberi santunan dana pendidikan kepada anak-anak panti asuhan Abdul Alim Muhammadiyah, Pundung, Wukirsari, Imogiri, Bantul, Jumat (12/2/2016)

Haryadi menyambut baik kerjasama yang ditawarkan LPS bahkan pihaknya menyarankan menggandeng Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dalam berbagai kegiatan di Kota Jogja untuk lebih mengalakkan gerakan menabung.

“Saya menilai gerakan menabung di masyarakat sekarang ini terkalahkan dengan kebutuhan pulsa, sehingga pendapatan masyarakat habis untuk konsumsi saja,” jelasnya.

Dengan sosialisasi dari lembaga resmi pemerintah, maka masyarakat dari semua lapisan akan memiliki semangat menyisihkan uang untuk masa depan yang lebih baik.