LONGSOR GUNUNGKIDUL : Bukit Setinggi 8 Meter di Girimulyo Rawan Ambrol

Warga menunjukan rekahan tebing bukit yang ada du Dusun Tungu, Girimulyo, Panggang. Sabtu (13/2/2016). (David Kurniawan/JIBI - Harian Jogja)
14 Februari 2016 07:20 WIB David Kurniawan Gunungkidul Share :

Longsor Gunungkidul rawan terjadi jalan menuju Pantai Gesing.

Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL – Tebing bukit setinggi delapan meter dengan panjang 15 meter di tepi jalan menuju kawasan Pantai Gesing, tepatnya di Dusun Tungu, Desa Girimulyo terancam ambrol. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Gunungkidul melakukan tinjauan serta akan melakukan kajian agar ancaman tersebut tidak menimbulkan kerugian bagi masyarakat sekitar.

Retakan-retakan tebing sudah bisa dilihat dengan mata telanjang. Kondisi terparah terdapat di sisi utara bukit, karena rekahannya sudah sudah menganga hingga sekitar 50 centimeter. Sedang di sisi yang lain, masih berupa retakan-retakan kecil. Warga pun berharap agar kondisi tersebut bisa segera ditangani sehingga tidak menimbulkan kekhawatiran, apalagi dekat lokasi itu ada sebuah sekolah.

“Saya harap segera diambil tindakan agar kondisi bukit tidak jadi semakin parah,” kata Kepala Dusun Tungu, Desa Girimulyo, Panggang, Rubiyono kepada Harianjogja.com, kemarin.

Dia menjelaskan, kondisi bukit jadi semakin parah dikarekan guyuran hujan yang turun dalam intensitas yang tinggi. Menurut Rubiyono, rekahan semakin melebar terlihat dalam retan waktu satu minggu terakhir.

“Kalau sampai longsor, jalan penghubung antar desa di Panggang akan terganggu. Apalagi di jalan ini juga merupakan jalur utama menuju Pantai Gesing,” ungkapnya.

Kepala Pelaksana BPBD Gunungkidul Budhi Harjo saat meninjau lokasi perbukitan, mengakui kondisinya sudah sangat kritis dan rawan terjadi longsor. Hal tersebut dapat dilihat dari rekahan-rekahan yang ada di perbukitan tersebut.

Dia menjelaskan, untuk penindakan ada beberapa opsi yang akan diambil BPBD, salah satunya dengan jalan memecah bantuan tersebut sehingga rekahan yang ada bisa dikurangi. Namun demikian, untuk mewujudkan hal tersebut juga butuh persetujuan dari pemilik bukit sehingga tidak menimbulkan masalah saat proses penaganan dilakukan.

Untuk berjaga-jaga dari hal-hal yang tidak diinginkan, Budhi meminta kepada kepala dusun setempat untuk memasang rambu-rambu peringatan di sekitar lokasi. Pengumuman itu dibuat agar warga yang melintas bisa lebih berhati-hati karena bukit tersebut rawan longsor.

“Papan yang dibuat sederhana saja, karena yang paling penting bisa dibaca pengendara yang lewat,” ungkapnya.