BPS Jelaskan Arti Desil 1-10 dalam DTSEN, Ini Kriterianya
BPS menjelaskan arti desil 1-10 dalam DTSEN, indikator yang digunakan, serta alasan desil bukan penentu tunggal penerima bansos.
Pilkada Jogja akan digelar tahun depan, namun wacana pencalonan mulai diembuskan
Harianjogja.com, JOGJA -- Partai Amanat Nasinoal (PAN) DIY sudah mulai melirik sosok-sosok yang potensial untuk diusung sebagai kepala daerah dalam Pilkada 2017.
Wakil Ketua DPRD DIY Arif Noor Hartanto dinilai menjadi salah satu calon potensial untuk menambah daftar kemenangan PAN di DIY.
Ditemui di bangsal Kepatihan Rabu (17/2/2016) Wakil Ketua Umum PAN Hanafi Rais mengatkan partainya cukup percaya diri setelah pasangan yang didukungnya dalam tiga Pilkada di DIY berhasil keluar sebagai pemenang. Di dua pilkada berikutnya mereka bertekad mengulang kesuksesan serupa.
Untuk target itu, dia mengtakan PAN sudah mulai memilih calon yang akan diusulkan. Namun Hanafi menegaskan saat ini pihaknya belum menentukan siapa calon yang pasti akan diusung.
“Kami akan sampaikan bila sudah saatnya. Sekarang kami lebih banyak mendengar suara publik dan survey,” tutur dia.
Meskipun menyatakan saat ini belum bisa menyebutkan calon yang bisa disebut kuat, Hanafi menyebutkan beberapa nama yang sudah sering terdengar baik di kalangan internal maupun eksternal PAN. Salah satunya adalah wakil ketua DPRD DIY Arif Noor Hartanto.
Putra politikus Amien Rais ini menyebutkan Inung, sapaan akrab Arif memiliki pengalaman yang cukup baik di Kota Jogja sebagai anggota DPRD. Dia juga dinilai mampu memimpin di DPRD DIY. Berkat itu namanya sudah masuk dalam radar pencalonan DPP PAN.
“Pak Inung termasuk yang masuk radar DPP. Kalau saya tidaklah, lebih enak jadi temannya bupati dan walikota,” katanya berseloroh.
Menanggapi pernyataan Hanafi, Inung mengaku dirinya akan siap bila akan dicalonkan. Menurutnya dia akan tunduk dan patuh pada apa yang diminta masyarakat. Saat ini Inung mengatakan dirinya sedang ditugaskan di DPRD DIY.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
BPS menjelaskan arti desil 1-10 dalam DTSEN, indikator yang digunakan, serta alasan desil bukan penentu tunggal penerima bansos.
Lahan hibah 30 hektare Meikarta masih diproses Kemenkeu. Rusun subsidi ditargetkan topping off akhir 2026.
CKG Lansia digelar tiap tiga bulan di 45 kelurahan Kota Jogja untuk mendeteksi dini penyakit dan memperkuat kesehatan lansia.
MK menggelar sidang pengucapan putusan atau ketetapan 17 perkara pada Jumat pukul 14.00 WIB, termasuk uji KUHP dan UU Polri.
BPH Migas menyebut distribusi B50 sejak 1 Juli 2026 berjalan lancar dan kendaraan dapat menggunakannya secara normal.
Studi Formasi Nanggulan di Kulonprogo mengungkap keunikan batuan endapan badai purba yang menarik untuk terus diteliti.