PELANTIKAN KEPALA DAERAH : Syukuran Pelantikan, Suharsono Menggelar Wayang Kulit dan Pengajian Akbar

Calon Bupati Suharsono dan calon wakil bupati Abdul Halim Muslih berfoto seusai mendaftar sebagai peserta Pilkada da kantorr KPU Bantul, Selasa (28/7/2015). (Harian Jogja - Bhekti Suryani)
18 Februari 2016 08:20 WIB Bhekti Suryani Bantul Share :

Pelantikan kepala daerah Bantul akan diikuti syukuran berupa wayang kulit dan pengajian akbar

Harianjogja.com, BANTUL- Bupati Bantul terpilih Suharsono resmi dilantik Rabu (17/2/2016) pagi.

Belasan buah karangan bunga berderet di depan rumah bupati Bantul terpilih Suharsono, Rabu (17/2/2016) pagi. Karangan bunga itu bertuliskan ucapan selamat kepada bupati Bantul yang baru dalam mengemban amanah sebagai kepala daerah.

Ucapan selamat juga terus bergulir lewat telepon genggam. Baik lewat pesan singkat maupun telepon. "Yang mengucapkan banyak sekali, sejak tiga hari lalu dan paling banyak kemarin," kata bapak dua anak itu disambangi di rumahnya Rabu pagi.

Ia belum mandi saat berbincang bersama sejumlah wartawan, sekitar pukul 07.30 WIB. Saat itu, belasan mobil dan sepeda motor sudah memenuhi kompleks rumahnya di Dusun Demangan, Bangunharjo, Sewon, Bantul. Puluhan orang mulai dari aparat kepolisian hingga para pendukungnya telah berkumpul di kediaman Suharsono.

Mereka menantikan Suharsono bersama wakil bupati terpilih Abdul Halim Muslih bertolak ke Bangsal Kepatihan DIY untuk menghadiri acara bersejarah. Sejak dini hari seusai salat subuh, Suharsono sudah bangun.

Ia memantau persiapan di rumahnya jelang pelantikan. "Kalau tadi malam enggak ada acara khusus. Saya malam cuma makan bakmi," kata lelaki yang hobi makanan khas Jawa tersebut.

Baru setelah pelantikan ia berencana menggelar sejumlah kegiatan. Mulai dari wayang kulit hingga pengajian. "Kalau wayang kulit digelar Jumat [19/2/2016] malam," tuturnya lagi.

Acara semalam suntuk itu untuk menjamu para relawan di 17 kecamatan yang selama ini membantunya memenangi Pilkada. Ia berencana mendatangkan tukang bakmi untuk menemani para penikmat wayang malam itu.

Sebulan kemudian, ia berencana menggelar pengajian akbar yang terbuka bagi masyarakat umum. "Tempatnya masih saya cari. Entah di rumah dinas, atau di Pemkab Bantul," papar dia.