BPJS KETENAGAKERJAAN : BPJS Mulai Menyasar Mahasiswa KKN dan KKL

Suasana antrian pencairan dana JHT di Gedung BPJS Ketenagakerjaan Jogja, Jumat (4/9/2015). (JIBI/Harian Jogja - Abdul Hamied Razak)
19 Februari 2016 10:21 WIB Sleman Share :

BPJS Ketenagakerjaan mulai menyasar mahasiswa KKN dan KKL

Harianjogja.com, SLEMAN- Program Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Ketenagakerjaan mulai dilirik mahasiswa yang sedang melakukan kuliah kerja lapangan (KKL) dan Kuliah Kerja Nyata (KKN).

Mereka menilai program jaminan sosial pekerja milik pemerintah tersebut dapat mengurangi beban risiko sosial, seperti kecelakaan kerja saat melakukan tugas di lapangan.

Kepala Bidang Pemasaran Bukan Penerima Upah (BPU) BPJS Ketenagakerjaan Jogja Uus Supriyadi mengatakan, pihaknya menyasar kalangan mahasiswa peserta KKL dan KKN di kampus-kampus wilayah Sleman. Menurutnya, program BPJS Ketenagakerjaan saat ini menjadi trend di kalangan mahasiswa karena dinilai membantu.

“Saat mereka mengikuti KKN maupun KKL, tidak was-was lagi kalau terjadi resiko sosial. Apalagi, iuran perlindungan sosial yang bayarkan sangat terjangkau,” ujar Uus, Kamis (18/2/2016).

Dia mengatakan, selama ini minat peserta KKN dan KKL yang mendaftar masih dilakukan secara mandiri dan belum menjangkau secara institusi. Ke depan, pihaknya berencana bekerjasama dengan kampus-kampus di Sleman untuk menjadi peserta program.

“Kami mengajak para pemimpin perguruan tinggi untuk bersama memerhatikan keselamatan peserta KKN dan KKL. Sebab, proteksi dan perlindungan jaminan sosial mereka saat melakukan kegiatan tersebut sangat penting,” tandasnya.

Sementara, salah seorang Mahasiswa Universitas Negeri Yogyakarta  (UNY) Yan Anisa Dewi yang sedang melakukan KKL di salah satu perusahaan di Sleman mengatakan, ia tidak was-was lagi mengikuti KKL. Alasannya, jika terjadi kecelakaan saat sedang KKL tidak akan mengeluarkan biaya untuk berobat.

“Semua akan ditanggung BPJS Ketenagakerjaan sampai sembuh. Resiko kecelakaan itu selalu ada sehingga perlu diantisipasi. Kalau tidak nanti bisa merepotkan orang tua dan orang lain,” ujar Yanis di lokasi KKL.

Hal senada disampaikan Rizqy Anggraeni Pratika Sari, salah satu Mahasiswa Fakultas Ekonomi Universitas Islam Indonesia (UII) yang juga mengikuti KKL. Dia bahkan bercerita, kecelakaan kerja yang pernah dialami oleh mahasiswa UII beberapa bulan lalu.

Dia berharap agar perguruan tinggi dapat memfasilitasi mahasiswa mengikuti jaminan sosial selama mengikuti KKN maupun KKL.  “Bagi saya jaminan sosial seperti ini penting, apalagi iurannya relatif terjangkau untuk kami hanya Rp16.800 per bulan,” katanya.