DEMO MAHASISWA JOGJA : Mahasiswa Demo Kecam Sikap Aparat terhadap Petani Kulonprogo

Puluhan mahasiswa yang tergabung dalam Gerakan Solidaritas Tolak Bandara melakukan aksi teatrikal di depan DPRD DIY, Jl. Malioboro, Jogja, Jumat (19/2). Mereka memprotes tindakan represifitas oleh aparat saat melakukan pengawalan pengukuran tanah lokasi bandara baru pada 16 Februari lalu. (HArianJogja - Gigih M. Hanafi)
19 Februari 2016 18:40 WIB Kulonprogo Share :

Demo mahasiswa digelar di Jogja, mengecam sikap aparat terhadap petani Kulonprogo

Harianjogja.com, JOGJA – Puluhan mahasiswa yang menamakan dirinya Gerakan Solidaritas Tolak Bandara (Gestob) mengecam tindakan kekerasan yang dilakukan aparat terhadap petani dalam penghitungan selisih luas tanah di lokasi proyek Bandara Kulonprogo beberapa waktu lalu.

Kecaman itu mereka tampilkan dalam demonstrasi yang digelar di gedung DPRD DIY dan Kepatihan Jumat (19/2/2016).

Dalam orasinya, Iras, koordinator aksi menuturkan berdasarkan data Biro Pusat Statistik (BPS) di sekitar proyek bandara terdapat 2.000 kepala keluarga atau sekitar 11.501 jiwa.

Mereka menggantungkan hidup di atas lahan pertanian produktif terancam tergusur akibat proyek bandara. Selain itu, Badan nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) juga merilis bahwa daerah pesisir yang akan dibangun bandara merupakan area rawan tsunami.

“Ada juga penolakan dari keluarga, namun proses pembangunan bandara terus ngotot dilakukan baik oleh pemerintah pusat, daerah maupun kabupaten,” kata dia.

Puncaknya, 16 Februari lalu Iras mengatakan ada ratusan aparat gabungan yang diturunkan untuk melakukan pembebasan tanah. Akibatnya terjadi bentrok dengan warga yang berujung pada tindakan keekerasan.

Dia mencatat sedikitnya ada 30 korban dari warga dan dua petani ditangkap. Bibit-bibit tanaman pun rusak terinjak-injak.

“Proses pematokan tanah kemarin juga tanpa pemberitahan ke masyarakat. Ini jelas melanggar ketentuan yang sebenarnya mereka buat sendrii,” lanjut Iras.

Aksi demonstrasi itu disertai aksi teatrikal yang menunjukkan sikap aparat terhadap warga. Para demonstran juga melakukan aksi jalan kaki dari area parkir Abu Bakar Ali hingga kompleks Kepatihan.