Harpelnas 2026, BPJS Ketenagakerjaan Sleman Janji Perkuat Layanan
BPJS Ketenagakerjaan Sleman memperingati Harpelnas 2026 dengan komitmen memperkuat pelayanan, memperluas perlindungan dan memberdayakan pekerja.
Salah seorang warga tengah melintas di area peruntukan kawasan industri, Dusun Banyakan II, Desa Sitimulyo, Kecamatan Piyungan, Kamis (21/5/2015) siang. (JIBI/Harian Jogja/Arief Junianto)
Kawasan Industri Sleman terkendala lahan
Harianjogja.com, SLEMAN– Pengembangan kawasan industri di Sleman mengalami kendala lahan. Sebagai daerah penyangga di DIY, luas lahan yang tersedia tidak memadai untuk membangun kawasan industri khusus.
Kepala Badan Penanaman Modal dan Pelayanan Perizinan Terpadu (BPMPPT) Sleman, Purwatno Widodo menjelaskan, penyediaan kawasan industri khusus seperti di kabupaten lainnya di DIY tidak bisa dilakukan.
Kendala utamanya adalah masalah lahan cukup luas. “Untuk jadi kawasan industri, perlu lahan minimal seluas 50 hektar. Itu tidak memungkinkan berdiri di Sleman,” kata Purwatno, Rabu (17/2/2016).
Hingga kini, Sleman menjadi daerah penyangga bagi daerah lain yang secara geografis berada di bawahnya. Kondisi tersebut tidak memungkinkan Sleman mempunyai kawasan industri besar yang sebenarnya secara ekonomis mampu meningkatkan pertumbuhan investasi dan penyerapan tenaga kerja.
Di sisi lain, lahan yang ada saat ini masih menjadi milik penduduk. Jika pemerintah mengadakan pembebasan lahan untuk kawasan industri, biaya yang dikeluarkan sangat tinggi.
Kondisi tersebut berdampak pada sejumlah pengusaha industri yang ingin berinvestasi, beralih ke tempat lain. Selain keterbatasan lahan, Sleman merupakan wilayah serapan air untuk DIY sehingga pembangunan industri di Sleman memang dibatasi. Kondisi tersebut berbeda dengan kawasan industri di Piyungan, Bantul dan Sentolo, Kulonprogo.
“Tetapi sejumlah investasi masih bisa masuk ke Sleman. Kami masih terbuka untuk industri ramah lingkungan dan padat karya,” tandasnya.
Untuk menarik minat investor, dia menerangkan, Pemkab menyediakan kawasan peruntukan industri. Antara lain meliputi Kecamatan Gamping, Berbah, dan Sleman. Pihaknya menargetkan pertumbuhan industri tiga persen setiap tahun.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
BPJS Ketenagakerjaan Sleman memperingati Harpelnas 2026 dengan komitmen memperkuat pelayanan, memperluas perlindungan dan memberdayakan pekerja.
Harga minyak dunia menembus US$100 per barel. Bahlil memastikan harga BBM subsidi tetap dan pemerintah siap menambah anggaran subsidi.
DPRD Kota Jogja mendorong Pemkot mengembangkan kampung wisata dengan pemetaan potensi, penyelesaian masalah, dan promosi berkala.
Kapolri Listyo Sigit meminta pengusaha melapor jika menemukan premanisme dan pungli yang mengganggu usaha serta iklim investasi Indonesia.
Jadwal lengkap Timnas Indonesia di FIFA ASEAN Cup 2026. Garuda menghadapi Singapura, Malaysia, dan Bangladesh di babak grup.
BMKG menegaskan tangkapan layar akun @infobmkg yang beredar di media sosial merupakan hasil rekayasa dan memicu kesalahpahaman.