PENCURIAN SLEMAN : Nunggak Bayar Sekolah, Ayah Nekat Curi Diesel

Ilustrasi tahanan (JIBI/Solopos/Antara - Dok.)
24 Februari 2016 08:55 WIB Sunartono Sleman Share :

Pencurian Sleman dilakukan seorang warga Pakem.

Harianjogja.com, SLEMAN - Seorang berinisial SU bersama temannya JP warga Manisrenggo, Klaten nekat mencuri diesel rangkaian mesin perontok padi milik kelompok tani Rukun Dusun Padasan, Pakembinangun, Pakem, Sleman, pekan lalu. SU nekat mencuri dengan alasan untuk membiayai sekolah anaknya yang menunggak pembayarannya.

Kepala Urusan Pembinaan dan Operasional Satreskrim Polres Sleman Ipda Bowo menjelaskan,  kedua tersangak mencuri mesin perontok padi tersebut pada pukul 01.00 WIB. Dari tempat kejadian perkara (TKP) Pakem, SU yang diboncengkan JP menggunakan motor Honda Blade AB 6858 ZQ bermaksud membawa diesel itu ke Pasar Klithikan Jejeran, Bantul untuk dijual. Tetapi, di kawasan Berbah, Sleman, keduanya bertemu dengan petugas patroli gabungan.

"Gerak geriknya mencurigakan, setelah diinterogasi mengakui kalau diesel itu mengambil di Pakem. Barang langsung mau dibawa ke Jejeran sebenarnya," ungkapnya, Selasa (23/2/2016).

Hasil penyidikan kedua tersangka baru pertama kali mencuri. Barang bukti yang diamankan antara lain satu unit diesel perontok padi senilai Rp9 juta, satu unit kunci ring dan satu unit motor yang dipakai keduanya. "Diesel itu dilepas dari rangkaiannya menggunakan kunci ring," ujarnya.

Sementara tersangka SU mengaku baru pertama kali tindakan pencurian itu dilakukan. Aksi itu dilakukan atas idenya karena sedang terdesak kebutuhan membayar biaya pendidikan sekolah anaknya yang menunggak sebesar Rp2 juta.

"Kalau kerja saya menunggu portal truk [pasir]. Kebetulan anak masih menunggal bayar sekolah, saya terpaksa melakukan," kata dia.