BANDARA KULONPROGO : Berikut Gambaran Pembangunan Stasiun Kedundang

Executive Vice President (EVP) DAOP VI, Hendy Helmy melakukan pengecekan rutin terhadap jalur kereta api di Wates, pada Selasa (22/2/2016). Curah hujan tinggi beresiko menyebabkan pergeseran jalur kereta api karena longsoran tanah di sekitarnya. (Sekar Langit Nariswari/JIBI - Harian Jogja)
24 Februari 2016 11:20 WIB Sekar Langit Nariswari Kulonprogo Share :

Bandara Kulonprogo akan mempersiapkan sarana prasarana yang diperlukan.

Harianjogja.com, KULONPROGO- Stasiun Kedundang, Temon, Kulonprogo akan dijadikan stasiun penghubung antara jalur kereta api utama menuju jalur kereta api bandara New Yogyakarta International Airport (NYIA).

Executif Vice President (EVP) Daerah Operasional (DAOP) VI, Hendy Helmy menyatakan ke depan stasiun bandara baru yang khusus melayani penumpang dari dan menuju bandara Kulonprogo segera dibangun.
Hendy menjelaskan dari Stasiun Kedundang nanti akan dibuatkan jalur yang berbelok ke kiri dan menuju bandara baru sebagai alternatif transportasi menuju bandara. Meski saat ini Stasiun Kedundang merupakan stasiun non-aktif, tak sulit menghidupkan stasiun tersebut selama pemetaan jalurnya jelas.

“Tinggal kita pasang wesel dan berbagai perlengkapan lainnya,”ujarnya di Stasiun Wates, Wates pada Selasa(23/2/2016).

Sebagai pelengkap, nantinya juga akan dibangun stasiun khusus bandara yaag berlokasi di sisi utara di Stasiun Tugu, Jogja, dan Stasiun Balapan, Solo. Hal ini dilakukan untuk melayani pengguna kereta api yang berasal dan ingin menuju ke bandara baru tersebut. Terkait persiapan pembangunan jalur kereta menuju bandara, Hendy menyatakan pemasangan rel kereta api bisa dilakukan selama enam bulan.

Terlebih lagi,  jarak yang yang diperlukan juga hanya berkisar 3-4 kilometer sehingga dirasa tidak terlalu jauh. Ia menyebutkan pihaknya tinggal menunggu rekomendasi trase dari pemerintah daerah mengenai jalur yang akan digunakan beserta izinnya. Hendy meyakinkan pemasangan rel dapat dilakukan setahun sebelum bandara NYIA beroperasi.

“Pemasangan kami pasti lebih cepat selesai daripada pembangunan bandara,”ujarnya.

Menimbang frekuensi penggunaan kereta yang jauh lebih tinggi daripada kereta lainnnya, nantinya juga akan dilakukan pemasangan aliran atas untuk jalur kereta api listrik (KRL).

"Nanti akan dibangun seperti KRL Jakarta, agar lebih handal dari Prameks[prambanan ekspres],” ujarnya.

Pemasangan aliran atas ini akan dilakukan di jalur kereta api dari Stasiun Kutoarjo hingga stasiun di Solo. Terlebih lagi, menurutnya saat ini prameks yang merupakan kereta modifikasi dari kereta listrik menjadi kereta diesel ini sudah dalam kondisi kurang baik karena dimakan usia.

Hal ini bertepatan dengan kebutuhan penggantian kereta prameks menjadi jenis KRL. Ia menjelaskan pemasangan aliran atas ini akan membuat tranpotrtasi mode kereta akan lebih maksimal. Hendi menyatakan pemasangan aliran atas ini akan dilakukan paling lambat tahun 2017 mendatang.

Terpisah, Kepala Bidang Terminal, Angkutan, dan Perparkiran Dinas Perhubungan (Dishub) Kulonprogo, Joko Trihatmono menyatakan persiapan pembangunan jalur kereta menuju bandara masih dalam tahap pengumpulan data. Meski demikian, ia optimis pembangunan jalur kereta ini pasti akan terealisasi.

“Dananya pasti ada, tahun ini PT KAI prioritaskan bandara Soekarno-Hatta, Kualanamu, dan Kulonprogo,” ujar Joko.