DEMAM BERDARAH JOGJA : Jumlah Pasien Kota Tertinggi

JIBI/Desi SuryantoPetugas Dinas Kesehatan Kota Yogyakarta melakukan pengasapan nyamuk yang bersarang di lingkungan perumahan penduduk di Kampung Gendeng Cantel, Muja-muju, Umbulharjo, Yogyakarta, Senin (23/12 - 2013). Pengasapan itu berupaya mengurangi populasi nyamuk yang membawa dan menularkan beragam penyakit seperti, demam berdarah, malaria, filariasis, encepalitis dan chikungunya. Selama sebulan terakhir ini sedikitnya sudah 21 warga Gendeng Cantel terserang chikungunya.
25 Februari 2016 06:20 WIB Ujang Hasanudin Jogja Share :

Demam berdarah Jogja, jumlah pasien terus bertambah.

Harianjogja.com, JOGJA-Jumlah pasien demam berdarah dengue (DBD) di Kota Jogja tertinggi se-DIY.

Kepala Bidang Penanggulangan Penyakit dan Masalah Kesehatan (P2MK) Dinas Kesehatan DIY, Daryanto Chadorie, dalam acara seminar peningkatan kesehatan di Balai Kota, mengatakan, Kota Jogja menempati urutan kedua tertinggi kasus demam berdarah.

Urutan pertama adalah Bantul dengan jumlah 188 kasus demam berdarah, kemudian Gunungkidul 134 kasus, Sleman 106 kasus (1 meninggal dunia), dan Kulonprogo 34 kasus (1 meninggal dunia).

Daryanto menjelaskan, kasus demam berdarah di DIY terus mengalami peningkatan dari tahun ke tahun. Pada 2014 silam, tercatat ada 1.955 kasus dengan korban meninggal 12 orang. Angka itu meningkat pada 2015 menjadi 3.420 kasus dengan korban meninggal 35 orang.

"Penanganan demam berdarah perlu kepedulian semua pihak," katanya, Rabu (24/2/2016).