WISATA SLEMAN : Pengembangan Desa Wisata Padukan dengan Bidang Lain

Suasana objek wisata Blue Lagoon Tirta Budi di Desa Wisata Dalem, Widodomartani, Ngemplak, Sleman belum lama ini. (JIBI/Harian Jogja - Bernadheta Dian Saraswati)
29 Februari 2016 13:20 WIB Abdul Hamied Razak Sleman Share :

Wisata Sleman memadukan bidang wisata dan bidang lain untuk pengembangan desa wisata

Harianjogja.com, SLEMAN- Perpaduan desa wisata dengan program kegiatan bidang lain seperti pertanian, perikanan, perindustrian dinilai berdampak positif bagi perkembangan desa wisata di Sleman.

Saat ini, terdapat 38 desa wisata yang dikembangkan pemerintah. Beberapa di antaranya, Desa Wisata Garongan sebagai desa wisata pertanian, Desa Wisata Kelor sebagai Desa Wisata Agro, Desa Wisata Gamplong sebagai Desa Wisata Kerajinan dan Desa Wisata Pulesari yang berada di lereng Merapi.

Optimalisasi potensi wisata itu memberi dampak positif terhadap animo wisatawan baik domestik dan mancanegara untuk berkunjung ke Sleman.

"Terjadi peningkatan jumlah wisatawan dalam dua tahun terakhir. Pada 2014, jumlah wisatawan yang berkunjung sebanyak 4.13 juta jiwa meningkat menjadi 5.21 jiwa selama 2015," ujar Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Sleman AA Ayu Laksmidewi, Minggu (28/2/2016).

Menurutnya, lokasi Sleman yang strategis menjadi daya tarik wisatawan karena mampu menawarkan wisata alam yang berkarakter. Sleman juga memiliki sisi kebudayaan dan kepurbakalaan yang didukung dengan infrastruktur memadai. Termasuk juga tenaga kerja terampil dan terdidik.

"Ini menjadi daya dukung bagi sektor pariwisata di Sleman. Gunung Merapi sebagai salah satu gunung berapi teraktif di dunia menjadi kekuatan daya tarik pariwisata," katanya.

Dengan karakteristik wilayah yang potensial bagi perkembangan pariwisata, Pemkab mampu mengoptimalisasi pemberdayaan kepada masyarakat dengan mengembangkan desa wisata. Pengembangan desa wisata selain untuk menambah obyek wisata juga bertujuan untuk meningkatkan produktivitas masyarakat.