Tingkatkan Budaya Baca, Festival Literasi Gunungkidul 2026 Resmi Digelar
Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Gunungkidul menggelar Festival Literasi 2026 selama lima hari untuk memacu budaya membaca dan berkarya di masyarakat.
Dana desa di Gunungkidul belum dicairkan di 24 desa
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL– Sedikitnya ada 24 desa di Gunungkidul yang belum bisa mencairkan Alokasi Dana Desa (ADD) dari Pemerintah Kabupaten di tahun ini.
Banyak faktor yang membuat proses itu menjadi terhambat, selain karena penyusunan Anggaran Pendapatan Belanja Desa yang belum kelar. Masalah ini muncul juga disebabkan faktor lain seperti etos kerja perangkat hingga sumber daya manusia yang dimiliki di masing-masing desa.
Ketua Paguyuban Camat Gunungkidul Iswandoyo mengatakan, proses penyusunan APBDes bukan barang baru bagi pemerintah desa. Pasalnya setiap tahun desa sudah disibukan dengan urusan rencana penganggaran dan program kerja dalam satu tahun ke depan.
Namun faktanya, hingga sekarang masih saja ada desa yang kesulitan menyusun program kerja dalam APBDes.
“Yang membedakan terletak pada anggaran yang diterima, karena sejak 2015 lalu alokasi yang diterima meningkat pesat seiring dicairkannya dana desa dari pemerintah pusat,” kata Iswandoyo, Selasa (15/3/2016).
Dia berpendapat, ada beberapa faktor yang membuat penyusunan APBDes yang terhambat. Selain regulasi yang berkaitan dengan alokasi anggaran yang baru turun di akhir tahun, faktor lain erat kaitannya dengan budaya kerja dan SDM sehingga berpengaruh terhadap kinerja di desa.
“Masalahnya sangat komplek. Tapi perlahan-lahan harus dibenahi sehingga ketepatan penyusunan bisa dicapai sehingga dana yang cair bisa tepat waktu,” ujarnya.
Iswandoyo tidak menampik, molornya pembahasan tidak terjadi di seluruh desa. Namun kondisi ini harus diperhatikan bersama agar ke depannya penyusunan bisa selesai tepat waktu secara bersamaan.
Dia mengakui, suasana kerja di desa belum kondusif sehingga banyak perangkat yang tidak kerasan berlama-lama di kantor balai desa. Secara tidak langsung masalah ini akan berpengaruh terhadap kinerja, salah satunya akan berpengaruh terhadap penyusunan APBDes.
“Bagaimana bisa kerja, kalau sering di luar. Jadi kondisi ini harus dibenahi, salah satunya dengan membuat kantor bisa lebih hidup dan nyaman, caranya dengan melengkapi berbagai fasilitas yang ada. Saya yakin, jika ini bisa diwujudkan maka pegawai akan betah di kantor dan dampaknya akan terlihat dari kinerja yang lebih maksimal,” kata Camat Wonosari ini.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Gunungkidul menggelar Festival Literasi 2026 selama lima hari untuk memacu budaya membaca dan berkarya di masyarakat.
Anggaran MBG terserap Rp139,77 triliun hingga 16 September 2026. BGN masih memiliki sekitar Rp79 triliun untuk penyaluran hingga akhir tahun.
Veda Ega Pratama melesat dari P19 ke P4 di Moto3 Austria 2026 sebelum terkena double Long Lap Penalty dan finis P13.
NTP nasional mencapai rekor 129,19 pada Agustus 2026, naik 1,05% dari Juli. Pemerintah juga menekan biaya pupuk dan menjamin harga gabah.
PLN mendapat penugasan mengembangkan WKP Ungaran hingga 55 MW. Proyek masih dalam tahap studi dengan kajian lingkungan dan sosial.
MRS 2026 putaran empat menjadi uji coba perangkat elektronik Sirkuit Mandalika sekaligus menjaga grip lintasan menjelang MotoGP Indonesia 2026.