Advertisement

PERSIBA BANTUL : Bakal Tarik 4 Pemain Pra PON dari PSIM

Arief Junianto
Jum'at, 25 Maret 2016 - 05:20 WIB
Mediani Dyah Natalia
PERSIBA BANTUL : Bakal Tarik 4 Pemain Pra PON dari PSIM

Advertisement

Persiba Bantul memiliki strategi tersendiri dalam Pra Pon

Harianjogja.com, JOGJA-Paska-kepulangan tim DIY dari ajang Pra PON XIX di Bandung pekan depan, Persiba Bantul akan segera memanggil semua pemain yang berasal dari lokal Bantul untuk segera mengikuti seleksi tim.

Advertisement

Pemanggilan itu pun berlaku kepada empat pemain Pra Pon DIY asal Bantul yang sebelumnya telah mengikuti seleksi di PSIM Jogja, yakni bek Sunni Hizbullah dan Nova Susatria, gelandang Pratama Gilang, serta striker Ilham Zusril Mahendra.

Hal itu ditegaskan oleh Manajer Persiba Bantul Endro Sulastomo. Saat dihubungi Harian Jogja, saat ini pihaknya telah menetapkan susunan tim penyeleksi yang terdiri dari satu ketua tim dan dua anggota.

Untuk ketua tim seleksi, pihaknya telah menunjuk eks pelatih Persiba musim lalu, Sajuri Syahid. Sedangkan kedua anggotanya masing-masing adalah Tri Wibowo dan M. Ikhsan. Dijadwalkannya, tim itu akan memulai pekerjaannya sejak 1 April mendatang dengan memprioritaskan para pemain lokal Bantul terlebih dulu.

Endro mengklaim, kepergian empat pemain andalan Tim Pra PON DIY asal Bantul ke PSIM Jogja itu bukan disebabkan loyalitas keduanya yang rendah terhadap Bantul. Diakuinya, kedua eks penggawa Persiba Bantul U-21 itu memilih PSIM Jogja lantaran hingga kini Persiba Bantul memang belum melakukan persiapan apapun. “Jadi wajar saja kalau mereka mencari klub lain. Kebetulan yang mereka pilih adalah  PSIM Jogja. Tapi nanti kami pasti akan tarik mereka,” tegasnya.

Dikatakannya, proses pembinaan terhadap sejumlah pemain muda sudah dilakukannya sejak musim lalu. Melalui skuat Persiba Bantul U-21 yang mengikuti kompetisi U-21 tingkat nasional, diakuinya merupakan salah satu proyek jangka panjang Persiba Bantul untuk mempersiapkan para pemain muda berkualitas guna mengisi skuat tim senior. “Jadi, sudah sewajarnya, kalau untuk tahun ini, mereka waktunya kami naikkan ke tim senior,” tambahnya.

Terpisah, Pelatih PSIM Erwan Hendarwanto sebelumnya mengakui bahwa lini belakang timnya kini memang menjadi bahan evaluasi yang paling mendesak dibenahi. Kurangnya stok bek tengah diakuinya menjadi penyebab masih compang-campingnya skuat Laskar Mataram.

Oleh karena itulah, dengan ikutsertanya Sunni Hizbullah dalam proses latihan PSIM Jogja, ia berharap bisa menjadi sedikit solusi bagi celah di lini belakang tersebut. Tak hanya Suni Hizbullah saja, ia pun masih berharap kepada manajemen PSIM Jogja untuk mencari tambahan bek tengah yang memiliki kualitas siap pakai dan jam terbang lebih tinggi.

Terlebih dengan tak bisa bergabungnya dua bek tengah PSIM Jogja musim lalu, Andri Wirawan dan Eko Pujianto. “Tapi selanjutnya, terserah pemainnya sendiri. Mereka mau di PSIM Jogja atau memilih klub lain,” kata Erwan.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Advertisement

Harian Jogja

Berita Terkait

Berita Lainnya

Advertisement

Harian Jogja

Berita Pilihan

Advertisement

Dua Prajurit Masih Dirawat, KSAD Ungkap Situasi Terkini Lebanon

Dua Prajurit Masih Dirawat, KSAD Ungkap Situasi Terkini Lebanon

News
| Sabtu, 04 April 2026, 22:17 WIB

Advertisement

Long Weekend April 2026: Cek Tanggal Merah Usai Lebaran

Long Weekend April 2026: Cek Tanggal Merah Usai Lebaran

Wisata
| Jum'at, 03 April 2026, 12:37 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement