Disertasi Doktor UII Soroti Pengelolaan TJSP yang Masih Formalitas
Disertasi Jejen Hendar di UII menyoroti pengelolaan TJSP yang masih formalitas dan mendorong regulasi berbasis keadilan sosial.
Petugas Satresnarkoba Polres Sleman menunjukkan sejumlah barang bukti miras dari olahan ketela dari sebuah indekos di Prayan Kulon, Condongcatur, Depok, Sleman, Rabu (30/3/2016). (Sunartono/JIBI/Harian Jogja)
Miras Sleman ternyata juga diedarkan mahasiswa.
Harianjogja.com, SLEMAN- Satuan Reserse Narkoba (Satresnarkoba) Polres Sleman menggerebek sebuah pabrik miras tradisional di sebuah rumah di Jembatan Merah Dusun Prayan Kulon Nomor 100 Condongcatur, Depok, Sleman akhir pekan lalu. Ratusan liter miras berbahan ketelah diamankan petugas berikut sejumlah peralatan diketahui milik seorang mahasiswa salahsatu perguruan tinggi swasta di Jogja.
Pemilik home industri miras itu bernama Nicoleng, 29, mahasiswa asal Singkawang yang tinggal di Condongcatur, Depok, Sleman.
Kasat Resnarkoba Polres Sleman AKP Anggaito Hadi Prabowo menjelaskan, penggerebekan tempat tinggal tersangka berawal dari informasi masyarakat terkait peredaran miras ilegal. Setelah melalui penyelidikan, didapatkan sebuah pabrik miras yang merupakan milik seorang oknum mahasiswa.
"Setelah kita datangi tanya izin dia tidak punya dan dia masih kuliah di perguruan tinggi swasta," ungkap Angga, Rabu (30/3/2016).
Dari hasil penggerebekan di rumah itu ditemukan enam jiriken ketela yang disimpan sudah beberapa hari, masing-masing 25 liter. Kemudian 23 botol miras mereke telofe ukuran 600 miligram, tiga jeriken telofe 50 liter, satu karung ketela, dan satu toples ragi untuk fermentasi.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Disertasi Jejen Hendar di UII menyoroti pengelolaan TJSP yang masih formalitas dan mendorong regulasi berbasis keadilan sosial.
Penjualan Daihatsu kuartal III 2026 mencapai 37.167 unit, tumbuh 10%. Gran Max Series menjadi model dengan penjualan tertinggi.
Malioboro Run 4 Oktober berpotensi memicu kepadatan lalu lintas. KAI mengimbau penumpang Stasiun Yogyakarta dan Lempuyangan datang lebih awal.
Kebakaran TPA Jatibarang mulai terkendali, tetapi 20% titik api masih tersisa. Petugas terus mendinginkan tumpukan sampah hingga kedalaman 10 meter.
Kemkomdigi menilai notifikasi masa aktif belum cukup melindungi nilai ekonomi sisa kuota internet pelanggan sesuai amanat putusan MK.
Jadwal KRL Jogja-Solo Minggu 4 Oktober 2026 tersedia 15 perjalanan. Simak waktu berangkat, rute, stasiun, dan tarif Rp8.000.