Warga Jogja Ditantang Berani Gundul
JIBI/Harian Jogja/Desi Suryanto Sejumlah siswa mengerjakan soal ujian saat mengikuti Ujian Nasional hari pertama di Sekolah Luas Biasa (SLB) Negeri 1 Bantul di jalan Wates, Bantul, DI. Yogyakarta, Senin (04/04/2016). Sebanyak tujuh siswa tuna rungu mengikuti UN dengan tidak ada banyak kendala. Sebagian besar siswa dari SLB ini memilih melanjutkan ke perguruan tinggi seperti di Institut Seni Indonesia Yogyakarta ataupun ke Universitas Islam Negeri (UIN) Yogyakarta.
UN 2016 untuk mata pelajaran matematika dianggap tidak sesuai kisi-kisi
Harianjogja.com, KULONPROGO -Peserta Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) di SMK Kesehatan Citra Semesta Indonesia (CSI) mengeluh kesulitan mengerjakan soal mata pelajaran matematika, Selasa (5/4/2016).
Ekspresi dan ungkapan lisan keluhan mereka membuat peserta yang mendapatkan giliran ujian di sesi berikutnya merasa cemas.
Pantauan Harianjogja.com, sejumlah siswa langsung memasang wajah muram saat keluar dari ruang ujian. Mereka lalu mengeluh kesusahan menggarap matematika kepada guru yang ditemui atau teman sebayanya.
“Susah. Waktunya agak kurang,” ucap salah satu siswa, Yeni Minandari.
Yeni mengatakan, banyak soal yang di luar perkiraan kisi-kisi yang dia dapat selama ini. Meski mengaku terburu-buru, dia tetap masih merasa terbantu karena tidak perlu menyisihkan waktu khusus untuk menghitamkan lembar jawab komputer (LJK) lagi. Semua soal pun selesai dikerjakan meski Yeni tidak begitu yakin dengan jawabannya.
“Beda sama kisi-kisi. Soal median, modus, dan mean itu sama sekali enggak keluar,” ujar gadis 19 tahun itu.
Keluhan serupa juga disampaikan Fitriana Nurcahyaningsih. “Enggak sesuai kisi-kisi. Menjelang akhir, rasanya buru-buru karena takut waktunya kurang,” ungkap dia.
Keluhan Yeni dan Fitriana serta peserta ujian sesi pertama lainnya membuat peserta sesi kedua was-was. Meski demikian, mereka berusaha saling menenangkan diri. Beberapa diantaranya juga tetap fokus belajar memanfaatkan sisa waktu tunggu.
Salah satu peserta ujian sesi kedua, Clara Carolin mengungkapkan sudah mempersiapkan diri dengan rajin belajar dan berdoa. Jika ada yang tidak dimengerti, dia akan bertanya pada guru atau teman sekelas yang dianggap lebih mampu.
Dia pun optimis karena hasil latihan ujian yang berkali-kali diikuti cukup memuaskan. “Semoga tidak jauh beda dengan latihan, seperti kemarin soal bahasa Indonesia itu ada yang sudah tercantum di buku persiapan UN,” kata Clara.
Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan (Dindik) Kabupaten Kulonprogo, Sumarsana mengatakan, pelaksanaan UN SMA/SMK sederajat terpantau relatif lancar, termasuk UNBK.
Meski begitu, dia juga menyatakan menerima laporan terkait adanya gangguan jaringan pada UNBK sesi pertama di SMK Kesehatan CSI. Namun, hal itu bisa segera diatasi sehingga tidak mengganggu konsentrasi peserta ujian.
Sumarsana lalu mengungkapkan, 24 orang peserta UN SMA/SMK sederajat diketahui tidak hadir pada hari pertama, Senin (4/4/2016) kemarin. Jika memungkinkan, mereka diberi kesempatan mengikuti ujian susulan yang dimulai Senin (11/4/2016) depan. “Setiap hari kami memantau tingkat kehadiran peserta ujian,” tutur Sumarsana.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
MK menggelar sidang lanjutan uji materi KUHP Baru. Pasal penghinaan presiden hingga pidana zina menjadi sorotan.
Wisatawan di Jogja masih terpusat di Malioboro. Dinpar Kota Jogja dorong kunjungan kampung wisata lewat Program Bule Mengajar.
Atletico Madrid menang 1-0 atas Girona di Liga Spanyol 2025/2026. Ademola Lookman mencetak gol kemenangan Los Colchoneros.
Prabowo menyerahkan alutsista TNI di Halim Perdanakusuma. Enam jet tempur Rafale jadi sorotan modernisasi TNI AU.
Alex Marquez mengalami patah tulang selangka dan retak leher usai kecelakaan hebat di MotoGP Catalunya 2026.