Rendah Hati, Probosutedjo Suka Bangun Pagar
One hundred thousand rupiah notes are seen through a magnifying glass in this photo illustration taken in Singapore, in this file picture taken March 14, 2013. Banks in Singapore are stubbornly against adopting domestically set reference rates for derivative contracts in the Indonesia rupiah, despite preparing to drop their own rate fixing for the Malaysian ringgit and Vietnamese dong. To match Analysis MARKETS-INDONESIA/FIXING REUTERS/Edgar Su/Files (SINGAPORE - Tags: BUSINESS)
Kredit UMKM mashi mengalami hambatan agunan
Harianjogja.com, KULONPROGO- Pengusaha Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) masih sulit mengajukan pinjaman guna pengembangan usaha. Seringkali hal tersebut terhambat dengan keharusan menyertakan agunan oleh bank yang bersangkutan.
Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Kulonprogo, Sri Hermintati menyatakan bahwa banyak pengusaha kecil yang masih takut berhubungan langsung dengan bank. Padahal hal tersebut penting untuk pengembangan usaha guna mendapatkan modal usaha tambahan.
“Pengusaha dengan omzet di bawah Rp300 juta masih sulit, khususnya soal agunan,” ujarnya saat ditemui seusai Sosialisasi Penguatan Modal Bagi Koperasi dan UMKM melalui KUR di Gedung Kaca, Wates, pada Kamis (7/4/2016).
Ia memaparkan bahwa meski ada bank yang tidak mensyaratkan agunan sejumlah pinjaman yang diajukan namun tetap saja hal tersebut menyulitkan.
Pasalnya, banyak pelaku usaha yang sama sekali tidak memiliki aset apapun untuk dijadikan agunan. Lebih lanjut, Sri mengharapkan jika pelaku UMKM diberikan kesempatkan untuk mengakses KUR Retail dengan nominal Rp25 juta hingga Rp500 juta.
Selain itu, ia menyebutkan jika dimungkinkan koperasi juga bisa mengajukan pinjaman serupa. Pinjaman inilah yang kemudian bisa disalurkan kepada anggotanya tanpa harus melalui berbagai persyaratan yang diajukan oleh bank.
Pemkab Kulonprogo sendiri berharap koperasi bisa menjadi mendapatkan perhatian untuk mengakses KUR Retail. Koperasi inilah yang kemudian menjadi perpanjangan antara bank dengan pelaku UMKM yang masih enggan berhubungan langsung bank.
Sri menekankan bahwa secara tidak langsung ini juga menghindarkan pelaku UMKM terjerat pinjaman rentenir yang merugikan.
Agung Nugraha, Pemimpin BRI Kantor Cabang Wates menyatakan bahwa sebenarnya fungsi dari agunan sendiri lebih kepada efek secara psikis. Dengan adanya aset yang diagunkan kepada bank maka pihak kreditur akan melakukan pembayaran kredit secara rutin.
Di sisi lain, ia menyebutkan bahwa sebelumnya pihaknya pernah memberikan pinjama tanpa agunan namun berakhir buruk. Sejumlah nasabah yang diberikan pinjaman akhirnya tidak mengembalikan pinjaman yang diberikan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Pengurusan SKKH di Sleman masih sepi jelang Iduladha 2026. DP3 tingkatkan pengawasan karena ancaman PMK masih ada.
Lima WNI ditahan Israel saat misi kemanusiaan ke Gaza. Pemerintah RI mendesak pembebasan dan perlindungan.
UMKM di RTP Bulak Tabak Kulonprogo mengeluh sepi pembeli saat musim haji 2026, dampak ekonomi dari embarkasi belum terasa.
Polda DIY lakukan asistensi kasus Shinta Komala di Sleman. Dua perkara diusut, polisi pastikan penanganan sesuai SOP.
DPRD DIY memastikan tidak ada pemberhentian guru non-ASN. Penugasan diperpanjang hingga 2026, kesejahteraan tetap dijaga.