Advertisement
HARGA KEBUTUHAN POKOK : Krecek Kulit Sapi Selalu Naik
Advertisement
Harga kebutuhan pokok, untuk kebutuhan yang berbahan utama sapi terus naik.
Harianjogja.com, JOGJA-Harga krecek kulit sapi di pasaran selalu tinggi. Pedagang menyebut harga krecek nyaris tidak ada penurunan. Begitu pula dengan daging dan kulit sapi yang menjadi sumber bahan bakunya.
Advertisement
Jadi, salah satu pedagang di Pasar Demangan Jogja mengatakan, kenaikan harga krecek selalu terjadi setiap beberapa bulan sekali.
"Sekarang harganya Rp140.000, sebelumya Rp125.000. Dibanding tahun lalu naiknya Rp15.000 sendiri, naiknya bertahap," kata warga Pleret, Bantul ini, Jumat (8/4/2016).
Dari pengalaman sebelumnya, harga krecek senantiasa mengikuti harga daging sapi. Daging sapi yang naik, otomatis akan mengerek harga krecek.
Dalam sehari, ia bisa menjual 5kg krecek. Kebanyakan pembeli adalah pelaku usaha warung makan seperti gudeg. Untuk kalangan warung makan, Jadi menjual Rp130.000 per kg. Sementara untuk rumah tangga yang biasanya membeli eceran, ia menjual Rp15.000 per kg.
Jika dibandingkan dengan harga grosir, seharusnya ia bisa meraup untuk lebih banyak. Harga grosiran dijual Rp130.000 sementara eceran bisa Rp150.000 per kg. "Tapi timbangannya mati. Kalau eceran, kadang kalau ditimbang satu plastik nggak jadi 1kg tapi hanya 8,5 ons. Sama aja untungnya dikit," ujar Jadi.
Meski demikian, ia masih merasa beruntung karena krecek kulit sapi bisa bertahan hingga tiga bulan. Berbeda dengan daging sapi yang daya tahannya pendek.
Saat ini harga daging sapi has dalam dijual Rp120.000 hingga Rp125.000 per kg. Namun, Jadi tidak selalu mematok harga sama. Ia selalu melihat tingkat pengunjung pasar yang membeli daging sapi. "Kalau ramai harganya bisa diangkat [dinaikkan] tapi kalau sepi ya sing penting payu [yang penting laku]," ungkap dia.
Harga kebutuhan pokok lain seperti telur di Pasar Demangan mengalami kenaikan sejak dua hari lalu. Suryo, pedagang sembako asal Wedomartani Ngemplak Sleman, menjual telur dengan harga Rp20.000. Dua hari lalu ia hanya mematok Rp18.000 per kg.
"Dilihat dulu jenis telurnya. Kalau kulitannya merah memang mahal karena kulitnya tebal. Ukurannya juga lebih kecil-kecil. Kalau telur putih lebih murah," tuturnya.
Biasanya, telur yang berukuran kecil banyak dibeli pengrajin gudeg dan warung makan lainnya. Dalam sehari, ia bisa menjual sampai dua peti di mana setiap petinya berisi 15kg telur.
Berdasarkan pantauan Harian Jogja di Pasar Demangan, harga kebutuhan pokok seperti gula pasir, tepung terigu, beras, dan kacang kedelai terpantau stabil. Pedagang memperkirakan, dua bulan lagi kebutuhan pokok akan naik karena sudah memasuki bulan Ramadan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Berita Lainnya
Berita Pilihan
Advertisement
Hujan Lebat Picu Banjir di Jakbar, 12 RT dan 4 Jalan Tergenang
Advertisement
Advertisement
Berita Populer
Advertisement
Advertisement




