Tingkatkan Budaya Baca, Festival Literasi Gunungkidul 2026 Resmi Digelar
Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Gunungkidul menggelar Festival Literasi 2026 selama lima hari untuk memacu budaya membaca dan berkarya di masyarakat.
Kondisi gerusan air hujan yang mengancam perumahan Desaku Menanti di Dusun Doga, Nglanggeran, Kecamatan Patuk, Rabu (13/2/2016). (David Kurniawan/JIBI/Harian Jogja)
Desaku Menanti di Gunungkidul rawan longsor karena tanah tebing tidak stabil
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL – Hujan yang terus mengguyur membuat komplek pemukiman gelandangan dan pengemis di Dusun Dogo, Desa Nglanggeran membuat bangunan jadi semakin rawan longsor.
Di akhir tahun lalu, jumlah aliran air yang muncul hanya beberapa saja. Namun jumlah itu meningkat menjadi belasan seiring dengan terus turunnya hujan. Kerusakan terparah terjadi di bagian bawah komplek pemukiman yang terdiri dari tiga tingkat.
Di deretan terbawah ini terdapat 15 rumah. Sayangnya hampir di setiap bangunan di dekatnya ada aliran air. Jarak antara rumah dengan tebing yang menjadi talut tidak terlalu jauh. Berhubung talut tidak dibuat permanen maka aliran-aliran air ini menggerus talut.
Kerusakan terparah terlihat di petak No.30 di mana gerusan membuat saluran selebar dua meter dengan kedalaman satu meter.
Kondisi yang tak jauh beda juga terjadi di petak 40. Hanya saja, di petak ini sudah diantisipasi dengan pengurukan menggunakan karung pasir yang ditimbun dengan material batu kerikil sehingga kerusakannya bisa diminimalisir.
Salah seorang warga Dusun Doga, Kemin mengakui jika kerusakan di permukiman gepeng semakin parah. Hal ini terjadi karena hujan yang terus mengguyur sehingga memperparah keadaan dan berpotensi terjadinya longsor. “Kalau di awal musim hujan longsoran talut masih sedikit, tapi sekarang [kemarin] sudah banyak,” kata Kemin, Rabu (13/4/2016).
Hal senada diungkapkan oleh Eri Aprianto, warga Dusun Doga lainnya. Dia pun berharap masalah ini segera diatasi, karena jika terus dibiarkan maka kerusakan akan semakin parah dan berpotensi mengancam bangunan perumahan.
“Jangan dibiarkan saja, karena itu harus diperbaiki,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Gunungkidul menggelar Festival Literasi 2026 selama lima hari untuk memacu budaya membaca dan berkarya di masyarakat.
Napoli gagal mempertahankan keunggulan atas Fiorentina dan harus puas bermain 1-1 pada pekan kelima Liga Italia 2026/27.
PSEL Bogor Raya menargetkan listrik 20 MW–30 MW dari 1.500 ton sampah per hari, sekaligus menangani timbunan lama TPAS Galuga.
Pemerintah menargetkan kontrak Giant Sea Wall Pantura sepanjang 575 km mulai dibagi pada awal 2027 untuk melindungi pesisir Jawa.
Penerimaan pajak ekonomi digital mencapai Rp57,23 triliun hingga Agustus 2026, dengan kontribusi terbesar berasal dari PPN PMSE.
Bandara Ahmad Yani Semarang memanfaatkan PLTS 100 kWp. Selama Januari-Juni, panel surya menghasilkan 63.800 kWh untuk kebutuhan listrik.