Advertisement
PERTUMBUHAN EKONOMI DIY : BI Optimistis DIY Tidak Terpengaruh Pelemahan Ekonomi
Advertisement
Pertumbuhan ekonomi DIY disokong oleh Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM).
Harianjogja.com, JOGJA—Badan Pusat Statistik (BPS) mengindikasikan jumlah masyarakat berpengeluaran tinggi mengalami penurunan, sebaliknya masyarakat berpengeluaran rendah naik. Namun, kondisi di DIY dinilai masih aman.
Advertisement
Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPBI) Arief Budi Santoso mengaku belum melihat data yang dikeluarkan BPS. Namun, ia meyakini kondisi perekonomian di DIY lebih kuat karena disokong oleh Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM).
“Kalau 92 persen ekonomi DIY ditunjang UMKM rasanya sih stabil,” ungkap dia ketika ditemui di KPBI DIY, Jogja, Senin (18/4/2016).
Ia mengungkapkan, sektor UMKM mampu mempengaruhi kondisi ekonomi, tetapi cenderung lebih kuat ketika menghadapi perekonomian ekonomi. Pada 2015, diakui pertumbuhan ekonomi DIY sebesar 4,9% karena dipengaruhi pertumbuhan pada triwulan I dan II yang rendah. Tapi, DIY bisa bangkit pada triwulan III dan IV.
“Sekarang juga inflasinya rendah. Seharusnya sih enggak ya [jumlah orang berpengeluaran tinggi seharusnya tidak turun],” papar dia.
BPS mengeluarkan data yang menunjukkan tingkat ketimpangan pengeluaran antara orang kaya dan miskin atau gini ratio di Indonesia turun 0,01 poin menjadi 0,40 pada September 2015 dari 0,41 pada periode Maret 2015. Kondisi di DIY tidak jauh berbeda dengan kondisi nasional.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Berita Lainnya
Berita Pilihan
Advertisement
Jerman Prediksi AS Tak Lanjutkan Invasi Darat ke Iran, Ini Alasannya
Advertisement
Advertisement
Berita Populer
Advertisement
Advertisement




