Serangan Monyet Bikin Resah Petani Tanjungsari Gunungkidul
Warga Padukuhan Kelor, Kemadang, Tanjungsari mengeluhkan serangan monyet ekor panjang yang merusak area pertanian yang dimiliki karena bisa gagal panen.
Kecelakaan laut terjadi di Baron.
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL – Setidaknya dua pengunjung di Pantai Baron, Desa Kemadang, Tanjungsari Wulan Dewi,22 warga Boyolali, Jawa Tengah dan Muhammad Rino,21, warga Kuningan, Cirebon, Jawa Barat nyaris menjadi korban keganasan ombak pantai selatan, Selasa (19/4/2016) sekitar pukul 17.30 WIB. Keduanya berhasil diselamatkan Petugas SAR Satlinmas Wilayah II Gunungkidul setelah terseret ombak saat bermain di pantai.
Informasi yang dihimpun Harianjogja.com, kemarin, kejadian ini bermula saat keduanya sedang asyik bermain di Pantai Baron. Tiba-tiba dari arah laut muncul ombak besar dan menggulung keduanya hingga terseret ke tengah. Dari penelusuran petugas SAR, diketahui korban Wulan Dewi merupakan mahasiswa asal UNS Surakarta, sedang Muhammad Rino merupakan mahasiswa IAIN Salatiga.
“Dugaan kami keduanya merupakan sepasang kekasih karena saat kejadian mereka bermain berdua,” kata Sekretaris SAR Satlinmas Wilayah II Gunungkidul Surisdiyanto saat dihubungi Harianjogja.com melalui pesan BBM, Selasa (19/4/2016).
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Warga Padukuhan Kelor, Kemadang, Tanjungsari mengeluhkan serangan monyet ekor panjang yang merusak area pertanian yang dimiliki karena bisa gagal panen.
Jadwal KRL Solo-Jogja Kamis 13 Agustus 2026 tersedia 12 perjalanan dari Palur ke Jogja. Tarif tetap Rp8.000 sekali jalan.
BGN membuka kanal khusus bagi guru untuk melaporkan keluhan, temuan, dan pengaduan terkait pelaksanaan Program MBG di sekolah.
Sebanyak 212 orang berhasil dievakuasi dari kebakaran KMP Putri Yasmin di Selat Lombok. SAR melanjutkan pencarian pada Kamis.
Heatstroke dapat mengancam nyawa saat cuaca panas. Kenali gejala, pertolongan pertama, dan kelompok yang lebih rentan mengalaminya.
Djumari, 76, meninggal saat tadarus Al-Qur'an di Masjid Nurul Huda Semarang. Detik-detik kepergiannya terekam CCTV dan viral.