Advertisement

KONSERVASI KALI OPAK Mulai Dilakukan, Ratusan Bronjong Dibagikan

Kamis, 28 April 2016 - 09:55 WIB
Nina Atmasari
KONSERVASI KALI OPAK Mulai Dilakukan, Ratusan Bronjong Dibagikan

Advertisement

Konservasi Kali Opak mulai dilakukan

Harianjogja.com, SLEMAN- Talut di sepanjang Kali Opak banyak mengalami kerusakan. Untuk melindungi sumber air disepanjang sungai tersebut, pemerintah melakukan konservasi tebing Kali Opak.

Advertisement

Bupati Sleman Sri Purnomo menjelaskan, pada 1994 lalu pemerintah pusat membangun talut di sepanjang Kali Opak. Sayangnya, kondisi talut di sepanjang sungai tersebut saat ini banyak yang rusak.

Dia berharap, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat dapat merehabilitasi dan menyempurnakan infrastruktur sumber daya air di Kali Opak. Termasuk yang berada dalam Komplek Taman Wisata Candi Prambanan.

“Konservasi tebing Kali Opak ini penting dilakukan selain untuk mendukung kelestarian Candi Prambanan juga bertujuan untuk menjaga keutuhan tebing sungai tersebut,” kata Sri Purnomo di sela-sela peringatan Hari Air Sedunia di kompleks wisata Taman Candi Prambanan pada Rabu (26/4/2016).

Menurutnya, selama ini Kali Opak memiliki peran penting bagi masyarakat. Selain sebagai sumber air untuk beragam keperluan di sepanjang wilayah tersebut, Kali Opak juga berfungsi sebagai jalur material vulkanik Gunung Merapi. Di sepanjang Kali Opak, bahkan dibangun 20 unit Sabo Dam dengan daya tampung material vulkanik sebanyak 20 juta meter kubik.

Di sepanjang kali tersebut juga dibangun infrastruktur berupa bendungan untuk irigasi pertanian sebanyak 853 unit. Jumlah tersebut dapat mensuplai kebutuhan air bagi 22.000 hektar lahan pertanian mulai Kecamatan Ngemplak, Kalasan, Prambanan hingga Berbah.

Salah satu upaya untuk melindungi ketersediaan air dan menjaga kelestarian Kali Opak, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sleman menyerahkan bantuan 890 unit bronjong di sejumlah titik di Kali Opak.

Bantuan bronjong tersebut dibagikan masing-masing untuk perkumpulan petani pemakai air (P3A) Umbul Rejeki sebanyak 230 unit, PT. Taman Wisata Candi (TWC) Prambanan (500 unit), dan Padukuhan Pedak, Sinduharjo, Ngaglik (60 unit).

“Bantuan bronjong ini sebagian besar untuk melakukan konservasi tebing Kali Opak yang melintasi Candi Prambanan,” ungkap Kepala Dinas Sumber Daya Air Energi dan Mineral (SDAEM) Sleman Sapto Winarno, Rau (27/4/2016).

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Advertisement

Harian Jogja

Berita Terkait

Berita Lainnya

Advertisement

Harian Jogja

Berita Pilihan

Advertisement

Viral MBG Dibungkus Kresek, Satgas dan BGN Turun Tangan

Viral MBG Dibungkus Kresek, Satgas dan BGN Turun Tangan

News
| Sabtu, 04 April 2026, 07:47 WIB

Advertisement

Long Weekend April 2026: Cek Tanggal Merah Usai Lebaran

Long Weekend April 2026: Cek Tanggal Merah Usai Lebaran

Wisata
| Jum'at, 03 April 2026, 12:37 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement