Keracunan MBG Meluas, 170 Pelajar Jombang-Nganjuk Terdampak
Sebanyak 170 pelajar di Jombang dan Nganjuk diduga mengalami keracunan setelah menyantap menu MBG. Penyebabnya masih diselidiki.
Inspirasi usaha datang dari pasangan Erwan Hersisusanto bersama istrinya, Fitri Lia Wulansari
Harianjogja.com, JOGJA- Artist merchandising mungkin masih terdengar asing. Namun, istilah ini mulai sering muncul di tengah maraknya bisnis di sektor industri kreatif. Artist merchandising merupakan produk yang memadukan unsur kreatif dan bisnis yakni lewat kerajinan. Tujuannya, menjadikan produk tersebut bernilai lebih dari sekedar barang dagangan.
Bisnis inilah yang mulai dilirik Erwan Hersisusanto bersama istrinya, Fitri Lia Wulansari sejak tahun 2004 silam. Label Yellowteeth pada produk mereka menampilkan kreatifitas produk nan unik pada tas, dompet, apron, kaos hingga sarung bantal. Ketika itu pasangan suami istri ini masih berstatus sebagai pacar dan sama-sama menempuh pendidikan di Institut Seni Indonesia (ISI) Jogja.
Sebagai seorang mahasiswa seni rupa, menggambar sudah menjadi kegiatan sehari-harinya. Suatu ketika, Erwan melihat sisa-sisa kain kanvas yang tak lagi terpakai, namun sayang untuk dibuang.
Erwan, yang memiliki sapaan akrab Iwank ini akhirnya sekadar iseng mengubah sisa kain kanvas dari karya lukisnya menjadi tas. Tas tersebut hanya dipakai sendiri dan saat dibawa ke kampus, banyak rekannya yang tertarik.
"Lalu ada yang bilang kalau tas ini layak untuk dijual. Akhirnya, saya dan pacar, sekarang istri saya, mulai mencoba untuk membuatnya lebih banyak," ujar Erwan saat ditemui Harianjogja.com di rumahnya, baru-baru ini.
Usaha itu akhirnya mulai dirintisnya kecil-kecilnya. Bermodal lima meter kain kanvas seharga Rp50.000 kala itu, Erwan mampu membuat lima hingga enam pieces tas sejenis tottebag. Pemasaran produknya saat itu juga masih sederhana, apalagi di kota yang memiliki atmosfer seni yang cukup besar ini.
Berbagai event seni dan pameran memberikan ruang untuk produk artist merchandise yang ketika itu masih dibuat serba handmade. Meski hanya beberapa buah tas saja, namun ternyata hasilnya cukup lumayan kala itu.
"Saya jual per tas itu Rp40.000. Desain gambarnya saya buat sendiri, saat itu saya buat gambar The Beetles. Memang masih belum banyak yang bisa dijual, tapi ternyata hasilnya lumayan," papar Erwan.
Produknya kala itu masih sangat idealis dan sebagian besar masih limited edition. Pasalnya, setiap produk yang dibuat Erwan masih manual dengan lukisan tangan. Masing-masing produk yang dihasilkan juga tidak sama.
“Misal saya buat salah satu personil The Beetles, nanti di gambar lainnya ada goresan yang tidak sama. Jadi saat itu memang masih limited edition,” jelasnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sebanyak 170 pelajar di Jombang dan Nganjuk diduga mengalami keracunan setelah menyantap menu MBG. Penyebabnya masih diselidiki.
Jadwal KA Bandara YIA September 2026 rute Tugu Jogja–YIA PP lengkap dengan tarif tiket reguler, Xpress, dan panduan cara pembelian online
Cukup Rp8.000, Ini Jadwal Lengkap KA Prameks Jogja–Kutoarjo Hari Ini.
Jadwal KRL Solo-Jogja Jumat 11 September 2026 tersedia 12 perjalanan dari Palur. Cek jadwal lengkap tiap stasiun hingga Jogja.
Jadwal KRL Jogja–Solo September 2026 relasi Stasiun Tugu ke Palur lengkap di 13 stasiun, mulai pukul 05.05 WIB hingga perjalanan malam.
ALVA mencatat distribusi 20.000 unit pada September 2026, dengan pengguna yang telah menempuh lebih dari 78 juta kilometer.