Ribuan RX King Berkumpul di Maguwoharjo, Suasana Aman dan Tertib

Live Music Dangdutan ikut menggoyang para Kingers yang mendatangi Jamda 1 YRKI yang digelar di Stadion Maguwoharjo Sleman, Minggu (22/5/2016). (Abdul Hamid Razak/JIBI - Harian Jogja)
23 Mei 2016 12:20 WIB Jogja Share :

Ribuan sepeda motor RX King berkumpul di Jogja, namun suasana berlangsung aman dan tertib

 

 

Harianjogja.com, SLEMAN- Sekitar 10.000 Kingers (sebutan bagi pemilik motor RX King) memadati Stadion Maguwoharjo Sleman. Mereka berkumpul dalam kegiatan Jambore Daerah (Jamda) pertama Yamaha RX King Indonesia (YRKI) di DIY yang dihelat sejak Sabtu (21/5/2016) hingga Minggu (22/5/2016).

Ketua Jamda 1 YRKI DIY, Al Samrodin mengatakan, komunitas Kingers yang hadir pada kegiatan tersebut berasal dari seluruh daerah di Indonesia. Kegiatan Jamda tersebut bertujuan untuk menyatukan visi dan misi pecinta RX King se-Indonesia. Jamda tersebut digelar untuk pertama kalinya oleh YRKI. Jogja, katanya, menjadi barometer klub RX King di Indonesia.

"Jamda perdana yang digelar di DIY tidak terlepas dari keistimewaannya. Kami memiliki klub pecinta RX King terbanyak yakni 41 klub. Total anggota mencapai 8.000 orang,” katanya di sela-sela kegiatan.

Acara yang akan dilaksanakan di halaman parkir stadion Maguwoharjo itu banyak memberikan suguhan menarik bagi para Kingers. Para pengunjung Jamda menikmati sajian Live Music Dangdut, DJ Perform dan Sexy Dancer, Musik Tradisional, Kontes Modifikasi, Pesta Kembang Api hingga acara puncak De File Club YRKI.

Selama kegiatan berlangsung, para Kingers bahkan kesulitan menemukan parkir lantaran lahan parkir di sekitar lokasi penuh. Meski membludak, kegiatan tersebut berjalan tertib dan lancar.

Sekjend YRKI DIY, Deddy Novie menambahkan, selama kegiatan berlangsung para peserta mengikutinya dengan tertib. Konvoi klub RX King dinilai juga tidak mengganggu pengendara di jalan karena komunitas Kingers selalu mematuhi aturan lalu lintas.

"Tidak ada yang diistimewakan. Peserta yang ikut kegiatan ini semuanya mengenakan atribut klub. Tanpa atribut, tidak boleh masuk ke arena kegiatan. Ini demi ketertiban acara,” katanya.