PERIKANAN BANTUL : 600.000 ekor Benih Ikan Dilepas di Sejumlah Perairan

Bupati Bantul Suharsono saat melepas benih ikan di Bendung Tegal, Kebonagung, Imogiri, Bantul, Rabu (25/5/2016). (Yudho Priambodo/JIBI - Harian Jogja)
26 Mei 2016 11:52 WIB Bantul Share :

Perikanan Bantul terus dijaga kelestarian habitatnya

Harianjogja.com, BANTUL- Upaya untuk menjaga kelestarian alam hewani Bupati Bantul Suharsono melakukan tebar benih ikan di sejumlah perairan umum di Bantul. Bersama jajaran pejabat dinas terkait Suharsono tebar benih ikan sebanyak 600.000 ekor ikan.

“Perairan umum di Bantul ini sangat berpotensi besar untuk pengembangan kelestarian hewani terutama ikan. Jika sudah tumbuh dan berkembang banyak nantinya ikan-ikan tersebut secara langsung dapat digunakan oleh masyarakat untuk memenuhi kebutuhan pangan,” kata Suharsono setelah melakukan tebar benih ikan di Bendung Tegal, Kebonagung, Imogiri, Bantul, Rabu (25/5/2016).

Suharsono mengatakan dalam proses pelestarian alam ini juga sangat diperlukan peran dari masyarakat yang arif dan bijaksana. Seharusnya masyarakat sadar untuk tidak melakukan penangkapan ikan dengan cara yang merusak kelestarian seperti menyetrum dan mengobat perairan sungai.

Untuk kegiatan pelestarian alam hewani ikan pada tahun ini, Pemkab Bantul melalui Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) mengalokasikan anggaran sebesar Rp132 juta. Ia mengatakan, anggaran tersebut dimanfaatkan untuk pengadaan benih berbagai jenis ikan di antaranya nila, tawes dan tombro, yang nantinya akan ditebar di 20 lokasi perauran umum di Bantul.

“Untuk hari ini kita tebar benih ikan di empat lokasi yaitu Bendung Tegal dengan jumlah benih sekitar 30.000 ekor, Embung Merdeka Sumbermulyo sebanyak 30.000 ekor benih, DAM Klegen Mulyodadi sebanyak 25.000 ekor benih dan perairan umum Murtigading sebanyak 15.000 ekor benih," papar Suharsono.

Kemudian untuk jumlah benih ikan lainnya akan ditebar di lokasi perairan umum lainnya di Bantul seperti sungai yang telah disurvei olek tim DKP Bantul yang memang layak untuk di tebari benih ikan.

“Harapan saya nanti yang jelas setelah perkembangbiakan ikan berhasil, ini dapat dimanfaatkan oleh masyarakat untuk kegiatan positif seperti memancing, dari pada anak-anak muda suka minum-minuman keras kegiatan positif seperti memancing itu lebih baik,” katanya.

Sementara itu Camat Imogiri, Sigit Subroto mengatakan dengan adanya perbup yang telah dibuat untuk pelestarian satwa burung dan ikan tersebut, pihaknya akan selalu memberikan himbauan kepada seluruh masyarakat untuk mengikuti peraturan tersebut.

“Nanti akan saya imbaukan kepada masyarakat khususnya di Kecamatan Imogiri, serta saya juga akan membuat papan aturan untuk dilarang nyetrum dan ngobat di sungai, hanya boleh memancing,” kata Sigit.