KEKERASAN JOGJA : Perkelahian di Malioboro, Korban Tewas Bertambah

Ilustrasi (JIBI/Solopos - Antara)
31 Mei 2016 15:01 WIB Ujang Hasanudin Jogja Share :

Kekerasan Jogja terjadi di kawasan Malioboro menyebabkan dua orang tewas

Harianjogja.com, JOGJA- Korban meninggal dunia akibat perkelahian dua kelompok pemuda di Jalan Malioboro pada Kamis (26/5/2016) dini hari lalu bertambah menjadi dua orang.

(Baca juga : http://www.harianjogja.com/baca/2016/05/27/kekerasan-jogja-perkelahian-yang-berujung-pembacokan-di-malioboro-hanya-karena-kesal-jalan-dihalangi-723542" target="_blank">KEKERASAN JOGJA : Perkelahian yang Berujung Pembacokan di Malioboro hanya karena Kesal Jalan Dihalangi)
Alfandi Bertan Mala, 29, warga Sulawesi Tengah, menghembuskan napas terakhir di Rumah Sakit PKU Muhammadiyah Jogja, Minggu (29/5/2016).

“Betul yang meninggal dunia atas nama Alfandi, korban perkelahian di Malioboro,” kata Kepala Bagian Humas Polresta Jogja, AKP Cherli Evi melalui sambungan telepon, Selasa (31/5/2016).

Alfandi diketahui terluka dibagian kepala, badan, dan tangan akibat sabetan cerulit. Sehari sebelum meninggal dunia, ia sempat menjalani operasi, namun pascaoperasi nyawanya tidak tertolong. Sebelumnya korban meninggal dunia adalah Muhammad Iyan, 22, warga Godean, Sleman.

Iyan meninggal dunia di lokasi kejadian saat peristiwa perkelahian yang terjadi sekitar pukul 04.45 WIB. Iyan yang mengalami luka dibagain kepala dan wajah sempat di larikan ke PKU Muhammadiyah, namun pukul 09.34 WIB dibawa ke RS Sardjito dengan kondisi sudah meninggal dunia.

Kapolresta Jogja, Komisaris Besar Polisi Prihartono Eling Lelakon mengatakan pihaknya belum sempat minta keterangan dari Alfandi karena selama perawatan medis korban tidak sadarkan diri.