FENOMENA LGBT : Psikolog : Dapat "Disembuhkan" dengan Cara Ini

Ilustrasi LGBT
31 Mei 2016 21:55 WIB Mediani Dyah Natalia Jogja Share :

Fenomena LGBT jika dibiarkan dapat mengakibatkan tak ada lagi generasi.

Harianjogja.com, JOGJA  – Lesbian, Gay, Biseks dan Transgender (LGBT) yang belakangan menjadi kontroversi di beberapa kalangan pada dasarnya dapat disembuhkan.

Hal tersebut mengemuka dalam talkshow: LGBT Bisa Disembuhkan dan Workshop Intervensi Terapi Spiritual untuk Penanganan LGBT, di gedung Rektorat Universitas Mercu Buana Yogyakarta, Sabtu (28/5/2016).

Psikolog sekaligus Dosen Universitas Mercu Buana Jakarta, Muhammad Iqbal, dalam paparannya menuturkan, pendekatan yang bisa dilakukan untuk penyembuhan LGBT adalah dengan dengan pengembangan (modifikasi) holistik, meliputi Sosial budaya, Spiritual religi, Organo biologis dan Psikologis.

“Selain itu, peran orang tua juga penting terutama dalam memantau media yang digunakan di rumah. Bimbing anak tentang apa yang mereka lihat di sekitarnya. Bina ikatan cinta yang kuat dengan anak (bonding). Etika berpakaian dan mandi harus tegas. Terapkanlah nilai, moral dan agama yang kuat dalam keluarga. Batasi penggunaan gadget,” paparnya seperti rilis yang Harianjogja.com, terima Selasa (31/5/2016).

Menurutnya, LGBT merupakan “proxy war” yang perlu diwaspadai oleh Indonesia. LGBT sendiri merupakan bentuk labelling yang disebabkan penyimpangan seksual atau orientasi seksual yang dipengaruhi oleh budaya dan globalisasi, pornografi, faktor social learning dan pengaruh lingkungan seperti pengaruh bullying atau pencabulan sesama jenis.

“Maraknya komunitas LGBT juga mendorong mereka tetap menjadi pelaku LGBT. Ini merupakan gangguan karena jika fakta ini membesar, kemungkinan tidak akan ada lagi generasi,” tegasnya.

Ketua Program Magister Psikologi Profesi Universitas Mercu Buana Yogyakarta, Rahma Widyana, menambahkan, kegiatan talkshow LGBT Bisa Disembuhkan ini  merupakan rangkaian dari kegiatan Dies Natalis Universitas Mercu Buana Yogyakarta yang ke-30 tahun.

“Tema ini dilatarbelakangi oleh fenomena LGBT yang sangat terbuka dan memprihatinkan. Sehingga kami ingin mengedukasi masyarakat kampus maupun umum mengenai informasi yang benar tentang LGBT, faktor pendukungnya dan bagaimana tahapan intervensi holistik untuk penanganan kasus LGBT,” tandasnya.