KEBAKARAN PASAR BENDUNGAN : Korban Kebakaran Pasar Bendungan Dapat Pemutihan Kredit

Sejumlah warga mengais puing-puing kebakaran Pasar Bendungan Wates Kulonprogo, Kamis (21/4/2016). (Sekar Langit Nariswari/JIBI - Harian Jogja)
31 Mei 2016 09:20 WIB Rima Sekarani Kulonprogo Share :

Kebakaran Pasar Bendungan menyebabkan pedagang kehilangan aset mereka

Harianjogja.com, KULONPROGO -Puluhan pedagang Pasar Bendungan, Wates, Kulonprogo mendapatkan bantuan pemutihan kredit dari sejumlah lembaga jasa keuangan syariah. Program itu diharapkan mampu meringankan beban nasabah yang menjadi korban kebakaran pada pertengahan April lalu.

Manajer Baitul Mal wat Tamwil (BMT) Arafah Kulonprogo, Arifin Sunarto mengatakan, sebanyak 36 dari 60 nasabah di Pasar Bendungan diketahui menjadi korban kebakaran. Total nilai kredit yang dihapuskan kemudian mencapai lebih dari Rp25 juta.

Nasabah selanjutnya dilayani dari proses awal lagi jika ingin mengajukan kredit kembali. “Kredit nasabah yang menjadi korban kebakaran itu diputihkan atau dianggap lunas,” ungkap Arifin, Senin (30/5/2016).

Arifin memaparkan, pemutihan kredit merupakan bentuk komitmen BMT Arafah untuk membantu nasabah yang tertimpa musibah. Selama ini, lembaganya memang telah menyiapkan cadangan dana sosial yang bisa digunakan saat dibutuhkan dalam kondisi mendesak, seperti paska kebakaran Pasar Bendungan beberapa waktu lalu.

Dia menambahkan, berbagai program rehabilitasi korban kebakaran juga telah dilakukan, seperti pengajian, pelayanan kesehatan, hingga pembagian paket sembako.

Pemutihan kredit juga dilakukan Koperasi Simpan Pinjam dan Pembiayaan Syariah (KSPPS) Tamzis Bina Utama. Manajer KSPPS Tamzis Bina Utama Area Wates dan Purworejo, Ahmad Kurniawan mengungkapkan, ada 17 nasabah yang tercatat sebagai korban kebakaran Pasar Bendungan. “Kami menghapus sisa pembiayaan yang ditanggung korban kebakaran,” ucap Ahmad.

Ahmad menjelaskan, KSPPS Tamzis Bina Utama mempunyai divisi ta'awun yang mengelola dana kemanusiaan. Dana tersebut dapat segera digunakan untuk kebutuhan penanggulangan bencana, termasuk yang dialami para nasabah.

Bantuan yang diberikan diharapkan mampu mengurangi beban korban bencana sehingga cepat bangkit kembali. Ahmad lalu mengatakan, dia pun ingin nasabah yang jadi korban kebakaran Pasar Bendungan bisa segera berjualan lagi seperti biasa.

Sementara itu, seorang nasabah BMT Arafah Kulonprogo sekaligus korban kebakaran Pasar Bendungan, Hesti Wahyuni menyambut baik adanya pemutihan tanggungan kredit. Dia mengaku mengalami kerugian besar karena barang dagangannya habis terbakar sehingga membutuhkan banyak biaya untuk berjualan kembali. Dia merasa pemutihan kredit telah mengurangi sebagian bebannya. “Saya juga masih punya tanggungan beban kredit di tempat lain,” kata Hesti.