HUT KEMERDEKAAN RI : Pedagang Bendera Masih Sepi Pembeli

Pedagang musiman bendera dan pernak pernik perayaan HUT Kemerdekaan mengeluhkan sepinya pembeli meski 17 Agustus tinggal sepekan lagi, Rabu (10/8/2016). (Sekar Langit Nariswari/JIBI - Harian Jogja)
11 Agustus 2016 16:20 WIB Sekar Langit Nariswari Kulonprogo Share :

HUT Kemerdekaan RI tinggal seminggu lagi, namun pedagang bendera masih sepi pembeli

Harianjogja.com, KULONPROGO -Jelang perayaan HUT ke-71 Kemerdekaan RI pekan depan, sejumlah pedagang bendera dan umbul-umbul sudah mulai bermunculan di berbagai sudut Kota Wates. Namun, para pedagang musiman ini mengeluhkan minimnya pembeli pada tahun ini.

Sejumlah pedagang menyediakan dagangan berupa bendera dalam berbagai varian ukuran dan umbul-umbul beraneka warna. Sebagian besar didominasi warna merah dan beberapa turut dipajang di tepi jalan untuk menarik pembeli.

Namun, Abdul Fatah, salah satu pedagang bendera di Wates menyebutkan bahwa dagangannya masih sepi pembeli.

Satu buah bendera dijual dengan kisaran harga Rp35.000-RpRp55.000 tergantung ukurannya. Sementara umbul-umbul dijual dengan harga Rp30.000- Rp40.000 tergantung motif dan coraknya. Umbul dengan gambar garuda dijual dengan harga lebih mahal.

“Sepi penjual tidak seperti tahun lalu,” keluhnya, Rabu (10/8/2016).

Padahal, ia sudah berjualan sejak awal Agustus lalu. Abdul menyeburkan bahwa pada tahun-tahun sebelumnya ia bisa menjual hingga lebih dari 20 buah bendera.

Namun kali ini maksimal hanya 5 buah bendera dan umbul-umbul yang bisa dijualnya. Padahal hari perayaan kemerdekaan tersebut semakin dekat.

Biasanya semakin mendekati tanggal tersebut maka masyarakat juga semakin ramai yang membeli dagangannya. Selain masyarakat yang biasa membeli dalam jumlah eceran, sejumlah institusi yang biasanya membeli dalam bentuk grosiran juga cenderung masih sepi.

Pedagang yang berasal dari Garut, Jawa Barat ini memang sudah bertahun-tahun khusus datang ke Wates untuk berjualan bendera.

Abdul mengaku tidak tahu persis alasan sepinya pembeli namun ia memperkirakan hal ini dikarenakan euforianya yang cenderung berkurang.

Selain itu, momen HUT RI yang tak lagi bersamaan dengan mulainya tahun ajaran baru diperkirakan juga menjadi penyebabnya. Namun, ia tetap berharap agar penjualannya semakin meningkat mendekati tanggal 17 mendatang.