Nasabah Bersaldo Jumbo di DIY Bertambah
LPS catat simpanan besar DIY capai Rp15,95 triliun, namun kredit melambat akibat rendahnya permintaan.
Komisi C DPRD Bantul tengah melakukan inspeksi proyek pembangunan Pasar Ngangkruksari, Selasa (27/9/2016) siang. (Arief Junianto/JIBI/Harian Jogja)
Pasar tradisional Bantul, Ngangkruksari dinilai bermasalah
Harianjogja.com, BANTUL -- Proyek pembangunan Pasar Ngangkruksari yang mendapat sorotan publik lantaran nilai lelangnya yang fantastis bermasalah. Komisi C DPRD Bantul yang melakukan inspeksi di lokasi proyek pembangunan pasar tersebut di desa Donotirto, Kecamatan Kretek menemukan beberapa kejanggalan.
Selain lambatnya pembangunan, beberapa kejanggalan yang ditemukan oleh Komisi C DPRD Bantul adalah tidak sesuainya spesifikasi konstruksi bangunan tersebut dengan proposal yang diajukan oleh pihak kontraktor. Praktis, pihak Komisi C DPRD Bantul pun meminta kontraktor untuk membongkar ulang konstruksi yang dinilai tak sesuai dengan spesifikasi awal tersebut.
“Kami minta untuk dibongkar,” tegas Ketua Komisi C DPRD Bantul Wildan Nafis saat ditemui Harianjogja.com usai melakukan inspeksi, Selasa (27/9/2016).
Dijelaskannya, bagian konstruksi yang dinilai bermasalah adalah bagian pondasi bangunan kantor Pasar Ngangkruksari. Tinggi pondasi yang seharusnya 85 sentimeter ternyata hanya dibangun setinggi 70 sentimeter saja. Begitu juga dengan lebar pondasi yang seharusnya 70 sentimeter, ternyata hanya dibangun dengan ukuran 60 sentimeter.
Begitu pula dengan ukuran cakar ayamnya yang seharusnya memiliki tinggi hingga 2,3 meter, oleh kontraktor dibuat hanya sekitar 1,4 meter saja. Belum lagi teknik membuat pondasinya, kontraktor pun dinilai asal-asalan. Pembuatan pondasi yang seharusnya dilakukan dengan cara menanam batu, oleh kontraktor hanya ditumpangkan begitu saja di atas tanah.
“Jelas tidak sesuai. Kami minta untuk dibongkar,” katanya.
Terancam Molor
Dengan begitu, proyek senilai Rp12 miliar lebih itu kian terancam tak selesai tepat waktu. Pasalnya, dengan batas waktu pengerjaan hingga Desember mendatang, perkembangan pembangunan pasar tersebut masih tak lebih dari 10%.
“Kami tak mau tahu. Keterlambatan itu tanggung jawab mereka [kontraktor]. Tugas kami hanya mengawasi agar tak terjadi penyimpangan,” ucapnya.
Terkait temuan itu, Pelaksana Proyek Totok Wisnu membantah pihaknya sengaja melakukan penyimpangan spesifikasi. Dijelaskannya, dalam sebuah proyek pembangunan, jelas bukan hal yang mudah jika memasang konstruksi harus sepresisi sesuai dengan gambar.
“Pasti ada melesetnya. Saya pikir itu wajar. Lagipula jika dihitung volumenya, saya berani jamin sama kok dengan yang diusulkan,” kilahnya.
Sementara terkait dengan kekhawatiran akan keterlambatan pengerjaan, ia optimistis tetap bisa mengerjakan proyek itu tepat waktu. Sejak awal pihaknya telah melakukan pembicaraan bersama tim, terkait waktu pelaksanaan proyek yang hanya 120 hari itu. Berdasarkan hasil perhitungan, melihat lokasi lahan pembangunan yang sudah rata dan tidak ada aktivitas pedagang, pihaknya pun berani mengerjakan proyek itu.
“Tapi bagaimanapun, kalau memang kami diminta membongkar dan merevisi, tetap akan kami lakukan,” ucapnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
LPS catat simpanan besar DIY capai Rp15,95 triliun, namun kredit melambat akibat rendahnya permintaan.
Jadwal KA Bandara YIA menuju Stasiun Tugu Yogyakarta dan sebaliknya pada 19 Mei 2026, lengkap dari pagi hingga malam hari.
Nyeri dada seperti ditusuk bisa menjadi tanda robekan aorta mematikan. Dokter mengingatkan penanganan cepat penting untuk mencegah kematian.
Harga emas Pegadaian hari ini naik. Emas Antam tembus Rp2,887 juta per gram, UBS Rp2,845 juta, dan Galeri24 Rp2,782 juta.
KA Prameks kembali padat penumpang Senin ini, cek jadwal lengkap rute Jogja–Kutoarjo.
Global Sumud Flotilla menyebut seluruh kapal bantuan kemanusiaan menuju Gaza dicegat pasukan Zionis Israel di perairan internasional.