BANTUAN WARGA MISKIN : Permohonan KIS di Gunungkidul Over Kuota, Pengajuan Tetap Diterima

Warga menunjukan Kartu Indonesia Sehat (KIS) dan Kartu Keluarga Sejahtera (KKS) saat peluncuran kartu tersebut oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi) di Kantor Pos Besar, Jakarta, Senin (3/11/2014). Peluncuran kartu tersebut ditujukan sebagai jaring pengaman sosial peralihan subsidi bahan bakar minyak. (JIBI/Solopos/Antara - Fanny Octavianus)
03 Oktober 2016 09:20 WIB David Kurniawan Gunungkidul Share :

Bantuan warga miskin di Gunungkidul melalui program Kartu Indonesia Sehat telah melebihi kuota

Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL – Pengajuan Kartu Indonesia Sehat di Dinas Sosial Tenaga Kerja dan Transmigrasi Gunungkidul telah melebihi kuota yang tersedia.

Pasalnya dari kuota 10.742 kartu, hingga akhir September sudah ada 10.977 pendaftar yang ingin mendapatkan fasilitas Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan yang dibiayai oleh Pemerintah Kabupaten.

Kepala Seksi Rehabilitasi Sosial, Dinsosnakertrans Gunungkidul Winarton mengatakan, permohonan KIS sudah melebihi kuota yang ada karena ada kelebihan 235 pengajuan. Pasalnya dari kuota 10.742 yang mendaftar mencapai 10.977 pemohon.

Namun demikian, ia mengaku tidak berani menutup permohonan pengajuan yang dilakukan oleh masyarakat. Adapun alasan tetap membuka pendaftaran tidak lepas dari rasa kemanusiaan. Selain itu, para pemohon juga bisa dimasukan ke dalam daftar tunggu.

“Data yang masuk kan masih harus diverifikasi. Jadi ada kemungkinan pengajuan ditolak sehingga kuotanya bisa diganti oleh pemohon yang lain,” kata Winarto kepada Harianjogja.com, Minggu (2/10/2016).